Senin 22 Mar 2021 22:22 WIB

Lawat Fuzhou, Demi Promosi Perikanan dan Ekonomi Digital

Djauhari dan delegasi melakukan pertemuan dengan 11 perusahaan importir China.

Dubes RI untuk China dan Mongolia Djauhari Oratmangun  memaparkan perkembangan Indonesia di bidang //e-commerce// di Fuzhou, Fujian, China.
Foto: Dokumentasi KBRI di Beijing
Dubes RI untuk China dan Mongolia Djauhari Oratmangun memaparkan perkembangan Indonesia di bidang //e-commerce// di Fuzhou, Fujian, China.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Duta Besar RI untuk China dan Mongolia Djauhari Oratmangun, melawat ke Fuzhou, Propinsi Fujian, China. Lawatan pada 17-18 Maret ini dilakukan bersama atase perdagangan untuk mempromosikan ekspor produk perikanan dan mendorong kerja sama ekonomi digital. 

Dalam lawatan ini, Djauhari melakukan pertemuan dengan 11 perusahaan importir produk perikanan, kelautan, dan pertanian. Pertemuan ini difasilitasi oleh Kementerian Perdagangan dan Pemerintah Fujian

“Berdasarkan data yang dirilis oleh Kepabeanan China, pada 2020 total nilai ekspor produk perikanan Indonesia mencapai 857,9 juta dolar AS. Ada sedikit penurunan sebesar 0.28 persen dibandingkan 2019, di antaranya karena pandemi Covid-19, akses logistik ke China, dan pengetatan masuknya produk impor, khususnya produk beku ke China," ujar Djauhari dalam pertemuan.

"Namun, potensi peningkatan kerja sama ini masih sangat besar, mengingat Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah China telah menandatangani MoU Two Countries, Twin Parks pada Januari 2021, untuk meningkatkan kerja sama kedua negara,” katanya menambahkan.

Produk pertanian seperti nanas dan pisang sempat dibahas dalam pertemuan. Sementara sejumlah importir China mengaku pernah atau masih mengimpor produk perikanan Indonesia.   

Selama di Fuzhou, Djauhari juga berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan "Silk Road E-Commerce International Cooperation Forum and Fair" yang digelar Kementerian Perdagangan dan Pemerintah Fujian. Forum dihadiri oleh lebih dari 500 peserta, yang berasal dari perwakilan pejabat pemerintah pusat dan pemimpin Propinsi Fujian, akademisi, pelaku usaha, asosiasi serta perwakilan kantor kedutaan negara lainnya di China. Dalam kesempatan ini Djauhari memaparkan perkembangan Indonesia di bidang e-commerce dan potensi kerja sama antara kedua negara di bidang ekonomi digital. n 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement