Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Asosiasi Uighur Desak Blinken Tuntut China Tutup Kamp

Selasa 23 Mar 2021 05:15 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah

Asosiasi Uighur Desak Blinken Tuntut China Tutup Kamp . Menara penjaga dan pagar kawat berduri mengelilingi fasilitas penahanan di Kunshan Industrial Park, Artux, Xinjiang. Associated Press telah menemukan bahwa pemerintah Cina sedang melaksanakan program pengendalian kelahiran yang ditujukan untuk warga Uighur, Kazakh, dan minoritas Muslim lainnya di Xinjiang, bahkan ketika sebagian besar penduduk Han di negara itu didorong untuk memiliki lebih banyak anak. Langkah-langkah tersebut termasuk penahanan di penjara dan kamp, seperti fasilitas ini di Artux, sebagai hukuman karena memiliki terlalu banyak anak.(AP Photo/Ng Han Guan, File)

Asosiasi Uighur Desak Blinken Tuntut China Tutup Kamp . Menara penjaga dan pagar kawat berduri mengelilingi fasilitas penahanan di Kunshan Industrial Park, Artux, Xinjiang. Associated Press telah menemukan bahwa pemerintah Cina sedang melaksanakan program pengendalian kelahiran yang ditujukan untuk warga Uighur, Kazakh, dan minoritas Muslim lainnya di Xinjiang, bahkan ketika sebagian besar penduduk Han di negara itu didorong untuk memiliki lebih banyak anak. Langkah-langkah tersebut termasuk penahanan di penjara dan kamp, seperti fasilitas ini di Artux, sebagai hukuman karena memiliki terlalu banyak anak.(AP Photo/Ng Han Guan, File)

Foto: AP Photo/Ng Han Guan
Asosiasi tersebut juga menuntut China mengakhiri kerja paksa di Xinjiang.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Kelompok terbesar yang mewakili etnis Uighur yang diasingkan telah menulis kepada Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken. Dalam surat tersebut, Asosiasi Muslim Uighur meminta Blinken mendesak China menutup kamp-kamp tahanan di Xinjiang.

Baca Juga

Surat tersebut disampaikan kepada Blinken sebelum ia dan penasihat keamanan nasional Jake Sullivan bertemu dengan diplomat tinggi China

Baca Selengkapnya di ihram.co.id

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA