Senin 22 Mar 2021 16:22 WIB

Pemimpin Senior Houthi Tewas dalam Serangan Udara

Dia tewas saat memimpin gerilyawan dalam serangan di Marib.

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Ani Nursalikah
Pemimpin Senior Houthi Tewas dalam Serangan Udara. Kelompok pemberontak Houthi Yaman
Foto: AP
Pemimpin Senior Houthi Tewas dalam Serangan Udara. Kelompok pemberontak Houthi Yaman

IHRAM.CO.ID, MARIB -- Pejabat militer Yaman mengatakan seorang pemimpin militer senior milisi Houthi yang didukung Iran, Mayor Jenderal Zakaria Yahiya Al-Shami tewas dalam serangan udara koalisi Arab pekan lalu di Provinsi Marib. Dia tewas saat memimpin gerilyawan dalam serangan di provinsi itu, Rabu (17/3).

“Ini merupakan pukulan besar bagi Houthi karena Al-Shami adalah komandan sayap militer Houthi. Ini adalah pemimpin Houthi terpenting yang tewas dalam serangan udara koalisi Arab sejak Al-Samad,” kata pejabat itu yang tidak ingin disebutkan namanya dilansir dari Arab News, Ahad (21/3).

Baca Juga

Pada 2017, koalisi Arab menempatkan Al-Shami di urutan teratas daftar buronan dan mengumumkan hadiah sekitar Rp 287 miliar untuk informasi yang mengarah ke lokasi dan penangkapannya. Jurnalis sekutu Houthi berduka atas kematian Al-Shami, tetapi secara salah menyalahkan kematiannya pada infeksi Covid-19.

Lebih dari 1.000 anggota kelompok Houthi, termasuk puluhan perwira militer berpangkat tinggi tewas tahun ini menyusul dimulainya kembali serangan besar-besaran untuk menguasai kota Marib, benteng terakhir pemerintah di bagian utara negara yang berisi minyak dan gas utama. Perwira militer dan politikus Yaman percaya kematian Al-Shami dan para pemimpin militer lainnya akan memberikan dorongan moral kepada loyalis dan dapat menyebabkan runtuhnya pasukan Houthi.

Juru bicara militer Yaman di Taiz, Kolonel Abdul Basit Al-Baher mengatakan kepada Arab News peluru merobek kerumunan orang di luar College of Arts di Taiz, menewaskan seorang pengemudi sepeda motor dan melukai empat lainnya secara fatal.

"Houthi menargetkan Universitas Taiz dengan cangkang berbahaya dan pengecut," kata Al-Baher.

Houthi juga memperketat pengepungan mereka di Taiz setelah menutup jalan terjal yang menghubungkan Taiz dengan daerah lain di Tenggara kota di tengah pertempuran antara pasukan militer dan pemberontak di gunung Saber. Penduduk telah menggunakan lereng yang kasar dan berbahaya untuk meninggalkan atau memasuki kota untuk menghindari pos pemeriksaan Houthi di tepi Selatan, Timur dan Utara.

Pada Sabtu, Houthi memblokir jalan dari Taiz ke Al-Huban, memaksa penduduk untuk melakukan perjalanan melalui medan berbahaya untuk meninggalkan kota, kata Al-Baher. “Jalan tertutup tidak memiliki kepentingan militer bagi tentara nasional, karena jalur suplai utama kami datang melalui sisi barat kota. Tapi Houthi berusaha memperburuk penderitaan orang dan krisis kemanusiaan di negara itu," ujar Al-Baher. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement