Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

BNPT Bakal Lakukan Asesmen terhadap WNI Eks ISIS 

Senin 22 Mar 2021 14:19 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ratna Puspita

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irjen Boy Rafli Amar

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irjen Boy Rafli Amar

Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Ada juga desakan agar WNI eks ISIS tersebut bisa dipulangkan kembali ke tanah air. 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) dan Satuan Tugas Foreign Terrorist Fighter (Satgas FTF) akan melakukan asesmen dan verifikasi terhadap warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS yang ada di sejumlah perbatasan Turki dan Suriah. Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar belum mengungkapkan pasti terkait kapan asesmen dan verifikasi terhadap mereka akan mulai dilakukan.

"Kami rencananya setelah masa pandemi ini setelah jalur penerbangan terbuka dengan Satgas FTF yang terpadu dari berbagai instansi akan direncanakan berangkat ke daerah Irak and Suriah termasuk Turki dan sekitarnya untuk melakukan asesmen terhadap mereka," kata Boy dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Senin (22/3).

Berdasarkan hasil verifikasi Satgas FTF pada tahun 2020, Boy menyebut sebanyak 20 WNI berada di perbatasan Turki. WNI tersebut tersebar di sejumlah kamp, diantaranya kamp Reyhanli, Gaziantep dan Latakia. 

Baca Juga

Kemudian WNI yang berada di perbatasan Utara Suriah ada sebanyak 115 WNI yang tersebar di kamp Alroj, Al Hol, dan Ain Issa. Sedangkan 272 WNI lainnya tidak diketahui keberadaannya.

"Kami duga 272 ini diantaranya telah meninggal dunia dan melakukan relokasi ke daerah-daerah konflik lainnya seperti Yaman Afghanistan dan Filipina Selatan," ungkapnya.

Boy meminta kepada DPR untuk memberi masukan terkait langkah apa yang akan diambil selanjutnya. Sebab, ada juga desakan agar WNI eks ISIS tersebut bisa dipulangkan kembali ke tanah air. 

"Tentu ini belum sampai kepada keputusan itu tapi tentu harus ada verifikasi dan asesmen terlebih dahulu oleh tim Satgas FTF," ucapnya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA