Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Iran tak Mau Terburu-Buru Kembali ke Perjanjian Nuklir

Senin 22 Mar 2021 11:10 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei

Foto: EPA-EFE/HO HANDOUT
Iran akan menunggu AS mencabut sanksi terhadap negaranya

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, mengumumkan Iran tidak terburu-buru untuk kembali ke kewajibannya di bawah perjanjian nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA). Teheran siap menunggu sampai Washington mencabut sanksi ilegalnya, Ahad (21/3).

"AS harus mencabut semua sanksi terlebih dahulu dan kemudian kami akan memverifikasi ini, dan jika mereka benar-benar dicabut, kami akan kembali ke komitmen JCPOA tanpa masalah," kata Khamenei dalam sambutan acara Tahun Baru Iran.

Baca Juga

Dikutip dari Sputniknews, Khamenei menekankan, Iran tidak terburu-buru untuk kembali ke kesepakatan yang mengharuskan mematuhi semua komitmen sementara penandatangan lainnya tidak. Dia menambahkan bahwa bila kesepakatan nuklir direvisi, maka dapat diterima jika itu melayani kepentingan Iran, bukan kepentingan Amerika Serikat (AS).

"Orang bodoh sebelumnya [presiden AS] telah merancang kebijakan 'tekanan maksimum' untuk menyudutkan Iran dan membawa Iran ke meja perundingan dan memaksakan tuntutan arogannya pada Iran yang lemah. Namun, dia menghilang sedemikian rupa sehingga baik dirinya maupun negaranya dipermalukan sementara Iran berdiri teguh dan bangga," kata Khamenei, mengacu pada Donald Trump.

Khamenei memperingatkan bahwa jika pemerintah saat ini juga ingin mengejar kebijakan tekanan maksimum, maka akan gagal dan menghilang dari panggung politik.  "Kami tidak dapat mempercayai janji-janji AS. Kami tidak terburu-buru. Ya, kami juga percaya bahwa peluang harus dimanfaatkan, tetapi kami tidak akan terburu-buru, karena dalam beberapa kasus risikonya lebih besar daripada manfaatnya. Kami bertindak tergesa-gesa (bergabung) dengan JCPOA," katanya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA