Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Ketika Anies Ungguli Ganjar dan Emil dalam Survei Capres

Senin 22 Mar 2021 07:56 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Elba Damhuri

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi saat memaparkan hasil survei.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi saat memaparkan hasil survei.

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Anies Baswedan dipilih banyak anak muda di survei capres Indikator Politik Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID -- Oleh Mimi Kartika

Indikator Politik Indonesia melakukan simulasi terhadap 17 nama calon presiden dalam survei nasional anak muda pada Maret 2021. Anies Baswedan mendapat suara tertinggi dibandingkan sejumlah nama lainnya.

Baca Juga

Anies Rasyid Baswedan (15,2 persen), Ganjar Pranowo (13,7 persen), dan Ridwan Kamil atau Kang Emil (10,2 persen) menjadi tiga tokoh teratas yang dipilih anak muda jika pemilihan presiden dilakukan sekarang.

"Secara umum tidak ada nama yang dominan, tetapi di antara 17 nama yang paling tinggi secara absolut itu ada Anies Baswedan pada angka 15,2 persen," ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam rilis survei secara daring, Ahad (21/3).

Berikutnya, figur yang dipilih anak muda untuk menjadi presiden adalah Sandiaga Salahuddin Uno (9,8 persen) dan Prabowo Subianto (9,5 persen). 

Nama selanjutnya ada Agus Harimurti Yudhoyono (4,1 persen), Erick Thohir (1,5 persen), Tito Karnavian (1,2 persen), dan Puan Maharani (1,1 persen).

Ada juga Gatot Nurmantyo, Khofifah Indar Parawansa, Ma'ruf Amin, Budi Gunawan Sadikin, Bambang Soesatyo, Airlangga Hartarto, Mahfud MD, serta Muhaimin Iskandar yang memperoleh angka di bawah satu persen. 

Namun, lebih banyak anak muda yang belum memilih nama untuk menjadi presiden, yakni hingga 30,5 persen.

"Pemilih Pak Jokowi itu menyebar, sementara Anies paling banyak mendapatkan dukungan di antara mereka yang mencoblos Pak Prabowo-Sandi dalam Pemilu 2019 kemarin," kata Burhanuddin.

Ia menjelaskan, berdasarkan sosio demografi, anak muda yang beretnis Jawa lebih banyak memilih Ganjar (22,1 persen). Sementara, anak muda yang beretnis Melayu lebih banyak memilih Anies (26,3 persen).

Di samping itu, untuk pilihan partai, 16 persen anak muda memilih Partai Gerindra dalam pemilihan anggota DPR. Kemudian, 14,6 persen anak muda memilih calon legislatif (caleg) dari PDI Perjuangan (PDIP).

Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Demokrat hanya dipilih anak muda masing-masing sekitar 5 persen. Di bawah tiga persen ada Partai Nasdem, PKB, dan PAN, lalu PPP, PSI, Berkarya, Perindo, Hanura, serta PBB di bawah satu persen.

Sebanyak 42,8 persen anak muda belum memilih partai politik jika pemilu dilaksanakan sekarang. Menurut Burhanuddin, ada dua alasan anak muda tidak menjawab pilihan partai politik, yakni kemungkinan tidak mau mencoblos atau memang hanya belum menentukan pilihan.

Dalam survei ini pun didapatkan tingkat kepercayaan anak muda terhadap partai politik atau politikus tidak begitu tinggi. Burhanuddin Muhtadi mengatakan, mayoritas anak muda menilai partai politik atau politikus di Indonesia tidak terlalu baik dalam mewakili aspirasi masyarakat (64,7 persen). 

Indikator Politik Indonesia melakukan survei pada 4-10 Maret 2021 kepada 1.200 responden berusia 17-21 tahun. Dengan situasi pandemi Covid-19, survei dilakukan melalui wawancara telepon.

Responden berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional. Indikator Politik Indonesia menggunakan metode simple random sampling dengan toleransi kesalahan sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

BACA JUGA: Seorang Guru Lumpuh di Garut Lumpuh Usai Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua?

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA