Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Legislator: Perpanjangan PPKM Mikro Harus Direspons Positif

Senin 22 Mar 2021 04:11 WIB

Red: Bayu Hermawan

Nabil Haroen

Nabil Haroen

Foto: Dok NU Gallery
Pemerintah kembali memperpanjang dan memperluas PPKM mikro.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah memperpanjang dan memperluas penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat skala mikro mulai 23 Maret hingga 5 April 2021. Anggota Komisi IX DPR Darul Siska berharap semua kalangan mendukung kebijakan tersebut, karena menurutnya PPKM mikro cukup berhasil tekan angka positivity rate Covid-19.

"Dunia usaha seyogianya harus mendukung kebijakan tersebut, karena pemulihan ekonomi tidak mungkin terjadi jika masalah pandemi tidak berhasil diatasi," kata Darul dalam keterangan tertulis.

Baca Juga

Menurutnya, selain vaksinasi,  penerapan protokol kesehatan yang ketat serta PPKM mikro adalah cara untuk menekan penularan Covid-19. Ia juga berharap pemerintah terus memantau mutasi virus corona dan melakukan antisipasi sebelum semakin menyebar.

Sedangkan anggota Komisi IX DPR Muchamad Nabil Haroen menilai selama ini pemerintah terus mengevaluasi program penanganan pandemi, sekaligus memastikan tereksekusinya program-program yang tepat. Dalam menerapkan PPKM mikro, kata Nabil, pemerintah melibatkan pendekatan sosial. 

"Artinya, ada kebijakan dari pemerintah, ada juga pemanfaatan atau memaksimalkan inovasi dari warga," katanya.

Nabil menambahkan, dalam konteks pendekatan sosial, pemerintah menggandeng warga NU, Muhammadiyah, pesantren serta ormas sosial yang punya komitmen kuat untuk Indonesia. Dalam hal vaksinasi, pemerintah serius menggandeng ormas-ormas untuk memperlancar proses.

"Jelas sekali PPKM mikro berpengaruh pada penurunan Covid-19. Tapi, jangan lupa juga ada faktor-faktor lain, misal semakin banyaknya warga yang sadar kesehatan, pakai masker, menaati protokol kesehatan, dan hal-hal lain yang membantu penanganan pandemi," kata Nabil.

Nabil berpendapat, semua pihak harus terus bekerja sama dan saling menguatkan. Menurut dia, dunia usaha perlu membangun strategi khusus agar bertahan, berdamai dengan situasi ini, sekaligus berusaha bangkit. Nabil mengakui kebijakan pemerintah memang tidak bisa menyenangkan semua pihak, tapi risiko itu harus diambil agar krisis kesehatan bisa diatasi.

"Kombinasi PPKM mikro dan vaksinasi serta dukungan warga agar tetap patuh protokol kesehatan menjadi penting untuk pemulihan dari pandemi," kata Nabil.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA