Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Erdogan Kecam Serangan Roket dari Suriah ke Wilayah Turki

Senin 22 Mar 2021 00:14 WIB

Red: Nur Aini

Presiden Turki pada akhir pekan lalu mengutuk insiden penembakan roket dari perbatasan Suriah yang mendarat di provinsi Kilis, selatan Turki.

Presiden Turki pada akhir pekan lalu mengutuk insiden penembakan roket dari perbatasan Suriah yang mendarat di provinsi Kilis, selatan Turki.

Tidak ada yang terluka akibat roket itu

 

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Presiden Turki pada akhir pekan lalu mengutuk insiden penembakan roket dari perbatasan Suriah yang mendarat di provinsi Kilis, selatan Turki.

Baca Juga

"Tentu saja serangan di provinsi Kilis tidak dapat diterima," kata Presiden Recep Tayyip Erdogan kepada wartawan setelah Salat Jumat di kota metropolitan Istanbul.

"Menanggapi (serangan roket) ini, kami telah membalas, melancarakan serangan balasan, dan kami akan terus melakukannya," kata dia.

Tidak ada yang terluka akibat roket itu, yang tidak menyebabkan kerusakan setelah jatuh di provinsi itu pada Kamis (18/3).

Beralih ke pernyataan baru-baru ini oleh Presiden AS Joe Biden tentang sejawatnya dari Rusia Vladimir Putin, Erdogan mengatakan komentar itu tidak sesuai untuk seorang kepala negara.

Dalam sebuah wawancara yang ditayangkan pada Rabu, Biden menyebut Putin sebagai "pembunuh" yang "tidak memiliki jiwa," menambahkan bahwa dia akan "membayar harga" untuk campur tangan dalam urusan AS.

Pada awal 2016, lebih dari 70 roket diluncurkan ke Kilis dari seberang perbatasan Suriah oleh Daesh/ISIS, menewaskan sedikitnya 21 orang, tetapi pada tahun-tahun berikutnya, kelompok teroris itu sebagian besar telah dimusnahkan dari wilayah tersebut dalam operasi militer Turki.

Sejak 2016, Turki telah meluncurkan tiga operasi anti-teror yang berhasil melintasi perbatasannya di Suriah utara untuk mencegah pembentukan koridor teror.

 

sumber : https://www.aa.com.tr/id/turki/erdogan-kecam-serangan-roket-dari-suriah-ke-wilayah-turki/2182208
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA