Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Kader Demokrat: Lebih Pilih Marzuki atau AHY?

Ahad 21 Mar 2021 18:59 WIB

Red: Joko Sadewo

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat tiba di Kantor Direktorat Jenderal aAdministrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM, Kuningan Jakarta, Senin (8/3). Prayogi/Republika.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat tiba di Kantor Direktorat Jenderal aAdministrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM, Kuningan Jakarta, Senin (8/3). Prayogi/Republika.

Foto: Prayogi/Republika.
Kader Demokrat akan lebih memilih AHY dibanding Marzuki, Jonny Allen, Max Sopacua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua DPP Partai Demokrat Umar Arsal membantah adanya politik dinasti di partainya. Ia juga membantah pelaksanaan Kongres Partai Demokrat pada 2020, yang memilih AHY sebagai ketua umum, tidak demokratis.

Dijelaskannya, siapapun bisa mencalonkan diri dalam kongres. "Siapa bilang politik dinasti, toh semua diserahkan secara demokratis siapa saja yang mau mencalon terbuka. Sampai akhir pendafaran hanya AHY yang ikut dalam kontestan Ketum,” kata Ketua DPP Partai Demokrat bidang Politik dan Pemerintahan ini, Ahad (21/3).

Sehingga terlalu berlebihan dan mengada-ada jika menyebut Kongres Partai Demokrat tidak demokratis. “Saya anggap itu ocehan segelintir orang yang berambisi merebut Partai Demorkat,” ungkapnya.

Terpilihnya AHY, kata Umar, merupakan keinginan kader di berbagai daerah. Menurutnya, setelah SBY sebagai tokoh yang layak dijual karena popularitas, Partai Demokrat butuh sosok kembali yaitu AHY.

"Beli sesuatu saja butuh marketing yang handal agar penjualan laris, jadi Partai Demokrat melakukan yang sama. Bayangkan di partai itu tidak hanya program partai yang dijual, tapi juga ketokohan atau figur, dan AHY layak untuk para kader," jelasnya.

Jika dibanding dengan Marzuki Alie, Jonny Allen, Max Sopacua dan Moeldoko, menurut Umar, pasti kader Demokrat lebih memilih AHY. “Maaf, Marzuki Alie saja waktu pemilihan gagal, Max sudah tidak jelas pindah-pindah partai, begitu juga Moeldoko tahu-tahu di Partai Demokrat, yang saya tahu dia juga di Hanura,” papar Umar.

Mengenai AHY yang disebut bau kencur oleh Ruhut Sitompul, Umar mengatakan  AHY sosok yang lebih bermoral dan bermartabat. "Tidak beretika mana daripada kutu loncat, " ungkapnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA