Ahad 21 Mar 2021 18:48 WIB

India Catat Rekor Kasus Covid-19 Tertinggi

India mencatat 43.846 kasus baru dalam 24 jam terakhir.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini
 Seorang petugas kesehatan mengambil sampel usap seorang komuter untuk menguji COVID-19 di sebuah stasiun kereta di Mumbai, India, Kamis, 11 Februari 2021.
Foto: AP Photo/Rajanish Kakade
Seorang petugas kesehatan mengambil sampel usap seorang komuter untuk menguji COVID-19 di sebuah stasiun kereta di Mumbai, India, Kamis, 11 Februari 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- India melaporkan jumlah kasus virus corona tertinggi dalam empat bulan, Ahad (21/4) waktu setempat. Rekor itu terjadi di tengah lonjakan mengkhawatirkan yang telah mendorong banyak negara kembali memberlakukan pembatasan.

Kementerian Kesehatan India pada Ahad (21/3) mencatat 43.846 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Itu dinilai sebagai peningkatan satu hari teruruk sejak pertengahan November lalu. Sementara menurut data statistik Covid-19 dari worldometers, total kematian karena Covid-19 di seluruh India mencapai 159.790 jiwa.

Baca Juga

Negara bagian Maharashtra tengah, tempat ibu kota keuangan India, Mumbai, menyumbang lebih dari separuh infeksi baru. Negara bagian itu telah memberlakukan lockdown atau karantina wilayah di beberapa distrik hingga akhir bulan.

Pihak berwenang di kota Mumbai mengatakan, akan menggelar tes virus korona acak wajib di tempat-tempat ramai. Menurut kementerian, tujuh negara bagian lain telah melaporkan lonjakan kasus baru dari pekan lalu. Hal ini menyebabkan beberapa wilayah menerapkan kembali langkah-langkah penahanan, termasuk lockdown yang terfokus pada penutupan restoran dan sekolah.

India sejauh ini melaporkan lebih dari 11,5 juta kasus infeksi virus corona, total tertinggi ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Brasil. Kasus-kasus tersebut terus menurun sejak puncaknya pada akhir September, tetapi para ahli mengatakan peningkatan pertemuan publik dan kelalaian terhadap panduan kesehatan masyarakat mengarah pada lonjakan terbaru.

Sementara itu, pemerintah telah mengumumkan rencana untuk menyuntik 300 juta orang pada Agustus. Namun sejauh ini hanya 44 juta yang telah divaksinasi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement