Ahad 21 Mar 2021 17:18 WIB

PPKM Mikro Dinilai Efektif Tekan Kasus Covid-19 di Jatim 

Hanya tersisa 16 kabupaten/kota yang masuk dalam zona kuning di Jatim.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Fernan Rahadi
Infografis PPKM Mikro diperluas ke tiga provinsi
Foto: Republika
Infografis PPKM Mikro diperluas ke tiga provinsi

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menilai, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro efektif menekan kasus positif Covid-19 di daerahnya. Hal ini diungkapkan berdasarkan evaluasi pada PPKM Mikro tiga periode sebelumnya.

Khofifah berharap perpanjangan PPKM Mikro akan semakin menekan penyebaran Covid-19 di Jatim. Seperti diketahui, kebijakan ini kembali diperpanjang mulai 23 Maret sampai 5 April 2021. "Ini berdasar kepada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2021 tanggal 19 Maret 2021," kata Khofifah di Gedung Grahadi Surabaya, Ahad (21/3).

Berdasarkan data Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, jelang akhir periode PPKM Mikro ketiga tercatat konfirmasi kasus harian Jatim mencapai angka 300-an kasus per harinya. Hal ini turun drastis jika dibandingkan sebelumnya yang mencapai 1.100-an kasus per harinya. 

Selain itu, Khofifah menambahkan, hasil signifikan juga tampak pada penurunan jumlah pasien Covid-19 yang harus dirawat di Ruang Isolasi Biasa maupun ICU. Selama PPKM tahap 1 dan 2, serta PPKM Mikro tahap 1 dan 2, BOR Isolasi biasa di Jatim telah berhasil turun dari 79 persen menjadi 29 persen. BOR ICU juga telah berhasil turun dari 72 persen menjadi 49 persen. 

"Artinya, keterisian rumah sakit di Jawa Timur sudah sesuai syarat dari WHO yakni di bawah 60 persen," ungkap perempuan yang pernah menjabat sebagai Menteri Sosial (Mensos) RI ini.

Saat ini, kata Khofifah, tidak ada zona merah Covid-19 di Jatim. Hanya tersisa 16 kabupaten/kota yang masuk dalam zona kuning. Menurut Khofifah, hal ini menjadi bukti bahwa pelaksanaan PPKM Mikro sudah berada di jalur yang benar.

Khofifah berpendapat keberhasilan PPKM Mikro di Jatim tidak lepas dari partisipasi aktif dari masyarakat melalui Kampung Tangguh yang telah ada sebelumnya. Pelaksanaan PPKM Mikro  sangat sesuai dengan kondisi yang telah berlangsung di lapisan masyarakat paling bawah yaitu tingkat RT/RW. Meski demikian, Khofifah tetap meminta masyarakat untuk tidak lengah atau menurunkan kewaspadaan. 

"Bersama dengan berbagai elemen, masyarakat harus tetap waspada dan ketat menerapkan protokol kesehatan dimanapun, dengan harapan wilayahnya bisa terus membaik dan menjadi zona hijau," ucapnya.

Berdasarkan data nasional per 20 Maret 2021 kasus Covid-19, terdapat 289 kasus positif baru dan 296 kasus konfirmasi sembuh di Jatim. Sementara jumlah pasien dirawat 2.114 orang dari total kumulatif 136.397 orang atau 1,55 persen. Adapun angka kumulatif kesembuhan di Jatim sebesar 91,38 persen dan angka kematian sebesar 7,07 persen.

Selanjutnya, jumlah pelaksanaan rapid test di Jatim hingga 20 Maret 2021 mencapai 1.883.794 tes. Menurut Khofifah, capaian tes ini termasuk yang tertinggi di Indonesia. Sementara untuk pelaksanaan pemeriksaan PCR di Jatim mencapai 1.419.941 dengan positivity rate enam persen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement