Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Kepadatan Penduduk Solo Capai 11.353 Jiwa/Km2

Sabtu 20 Mar 2021 00:50 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Salah satu pasar tradisional di Kota Solo.

Salah satu pasar tradisional di Kota Solo.

Foto: Ist
Angka kepadatan Kota Solo disebut tertinggi di Jawa Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Kepadatan penduduk di Kota Solo, Jawa Tengah saat ini mencapai 11.353 jiwa per kilometer persegi. Itu seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat di kota tersebut.

"Dari sensus penduduk yang kami lakukan, ada sebanyak 522.364 jiwa yang menempati kota dengan luas 46 km2 ini," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta Totok Tavirijanto di Solo, Jumat (19/3).

Ia mengatakan jika dibandingkan antara jumlah penduduk dengan luasan kota tersebut, tingkat kepadatan di Solo mencapai 11.353 jiwa/km2. Menurut dia, angka tersebut tertinggi di Jawa Tengah.

"Bahkan jika dibandingkan dengan rata-rata Jawa Tengah, angka ini lebih tinggi. Kalau rata-rata Jawa Tengah 1.113 jiwa/km2, jadi tingkat kepadatan di Solo 10 kali lipat lebih tinggi dibandingkan Jawa Tengah," katanya.

Jika dibandingkan dengan tingkat kepadatan penduduk di Kota Semarang yang merupakan ibu kota Provinsi Jawa Tengah, Kota Solo 2,5 kali lipat lebih tinggi. BPS mencatat tingkat kepadatan penduduk di Kota Semarang mencapai 4.400 jiwa/km2.

Sementara itu, jika dilihat sebaran penduduk berdasarkan kecamatan, dikatakannya, tingkat kepadatan paling tinggi ada di Kecamatan Pasar Kliwon. Berdasarkan data, jumlah penduduk di kecamatan tersebut mencapai 78.517 jiwa dengan luasan wilayah hanya 4,8 km2.

"Artinya tingkat kepadatan di Kecamatan Pasar Kliwon mencapai 16.083 jiwa/km2. Memang di sana juga tempat perekonomian, sebetulnya di Solo ini hampir di semua tempat jadi tempat ekonomi, tempat wisata, dan pendidikan," katanya.

Sedangkan tingkat kepadatan paling rendah ada di Kecamatan Jebres dengan angka 9.600 jiwa/km2. "Meski demikian, jika kondisi normal sebetulnya tingkat kepadatan bisa lebih dari itu karena di Kecamatan Jebres kan banyak tempat kos, selama pandemi ini banyak tempat kos yang kosong," katanya.

Untuk jumlah penduduk di kecamatan lain di Kota Solo, yaitu Kecamatan Laweyan sebanyak 88.524 jiwa, Kecamatan Serengan 47.778 jiwa, Kecamatan Jebres sebanyak 138.775 jiwa, dan Kecamatan Banjarsari sebanyak 168.770 jiwa.

Sementara itu, terkait kepadatan penduduk tersebut Sekretaris Daerah Kota Surakarta Ahyani mengatakan tidak memungkiri jika Solo menjadi kota terpadat di Jawa Tengah.

"Ini sudah lama terjadi, memang faktanya jumlah penduduk kita selalu bertambah, ada kelahiran, ada migrasi masuk, paling banyak migrasi masuk," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA