Jumat 19 Mar 2021 16:35 WIB

Tim GSGP Kementan Siap Serap 73.775 Ton GKG Petani

Upaya Kementan serap gabah petani untuk cegah penurunan harga di panen raya

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Suwandi. Dalam upaya mengamankan harga gabah di tingkat petani pada masa panen raya, Kementerian Pertanian (Kementan) bersinergi dengan Bulog menyerap gabah petani.
Foto: Kementan
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Suwandi. Dalam upaya mengamankan harga gabah di tingkat petani pada masa panen raya, Kementerian Pertanian (Kementan) bersinergi dengan Bulog menyerap gabah petani.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Dalam upaya mengamankan harga gabah di tingkat petani pada masa panen raya, Kementerian Pertanian (Kementan) bersinergi dengan Bulog menyerap gabah petani.

Kementan selalu siap mendukung petani dengan menerjunkan tim di lapangan untuk mengawal penyerapan gabah di tingkat petani. Menggandeng kostraling dan Bulog diharapkan aksi nyata ini mampu meningkatkan harga gabah yang sedang turun.

Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan, Enie Tauruslina Amarullah yang mengawal Tim Gerakan Serap Gabah Petani (GSGP) di Yogyakarta menyatakan bahwa sesuai dengan arahan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi semua bergerak turun ke lapangan untuk mengamankan harga gabah, berkoordinasi dengan Bulog setempat, perpadi dan mitra untuk meminimalkan masalah di lapangan. 

Hasilnya, kata Enie, kesepakatan serap gabah di Provinsi D.I. Yogyakarta, Bulog akan menyerap gabah sebesar 73.775 ton, tentunya ini berasal dari Kabupaten yang mengalami harga gabah kering panen dibawah HPP. Pada Kabupaten Kulon Progo, Bulog akan menyerap gabah dengan volume 18.120 ton, Kabupaten Sleman 44.945 ton dan Kabupaten Bantul 10.710 ton. 

“Gabah yang diserap ini sesuai standar mutu yang dipersyaratkan dalam HPP gabah/beras dan persyaratan kualitas internal Bulog,” jelas Enie, Jumat (19/3).

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement