Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Dicemaskan Ada Kesengajaan di Pencoretan Tim Indonesia

Kamis 18 Mar 2021 22:07 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Ricky Subagja

Ricky Subagja

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Menurut Ricky, ada sejumlah kejanggalan dalam alasan pencoretan tim Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, BIRMINGHAM -- Manajer Tim Indonesia di All England 2021, Ricky Subagja, mendesak pihak penyelenggara All England 2021 dan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) untuk segera memberikan klarifikasi lanjutan terkait pencoretan tim Indonesia di gelaran All England 2021. Langkah ini penting untuk mencegah munculnya dugaan kesengajaan dalam pencoretan tim Indonesia tersebut. 

Menurut Ricky, ada sejumlah kejanggalan dalam alasan pencoretan tim Indonesia di All England, mulai dari surat elektronik (surel) dari Otoritas Kesehatan Inggris (NHS) hingga tidak adanya kesempatan yang diberikan kepada anggota tim Indonesia, termasuk para atlet, untuk melakoni tes PCR. 

Dari total 24 anggota tim Indonesia, tutur Ricky, hanya 20 orang yang menerima surel dari NHS terkait keharusan menjalani isolasi mandiri selama 10 hari. Padahal, apabila dinilai terpapar Covid-19 di dalam pesawat dari Istanbul, Turki, ke Birmingham, Inggris, maka seharusnya seluruh anggota tim Indonesia menerima surel dari NHS tersebut. Tidak hanya itu, perlakuan tidak adil juga diterima oleh tim Indonesia. 

Pascadiminta untuk melakukan isolasi mandiri, tim Indonesia, termasuk para atlet, tidak diperkenankan untuk menjalani tes PCR. Rencananya, tim Indonesia akan menjalani tes PCR lanjutan pada Kamis (18/3) waktu setempat. 

''Panitia penyelenggara malah menyebut tidak perlu melakukan PCR, tapi permintaan isolasi mandiri dari NHS itu yang harus dilakukan. Akhirnya, tes PCR, yang dijadwalkan hari ini, batal dilaksanakan,'' kata Ricky dalam konferensi pers virtual, Kamis (18/3) WIB. 

Perlakuan berbeda dilakukan pihak penyelenggara pada sejumlah atlet asal Denmark, Thailand, dan India, yang diduga positif Covid-19 pada tes PCR. Pihak penyelenggara bahkan melakukan tes ulang kepada atlet-atlet tersebut, yang akhirnya sempat menunda pertandingan pada hari pertama, Rabu (17/3) waktu setempat. 

Ricky mengkhawatirkan, apabila tidak ada kejelasan atau klarifikasi lanjutan dari pihak penyelenggara All England 2021 dan BWF, maka dugaan kesengajaan pencoretan tim Indonesia akan terus bergulir. Terlebih, Indonesia merupakan salah satu unggulan peraih gelar juara di All England 2021.

Di All England 2021, Indonesia menurunkan 12 atlet yang turun di empat nomor, termasuk juara bertahan di nomor ganda campuran, Praveen Jordan/Melati Daeva. Namun, sebelum sempat bertanding, Praveen/Melati dinyatakan kalah WO setelah pencoretan tim Indonesia di ajang All England 2021. 

''Jangan sampai ada dugaan yang tidak kita inginkan. 12 pemain yang kami turunkan di ajang ini adalah level dunia. Dengan berbagai kondisi itu, dikhawatirkan ada dugaan kesengajaan pencoretan. Pemain-pemain Indonesia memiliki peluang cukup besar untuk bisa jadi juara di All England kali ini,'' kata mantan atlet ganda putra bulu tangkis Indonesia tersebut.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA