Kamis 18 Mar 2021 21:22 WIB

Pemkot: Baru 60 Kiai dan Ulama Tasik yang Dapat Vaksinasi

Pemkot Tasikmalaya menyebut vaksinasi Covid-19 untuk ulama masih terbatas

Sejumlah ulama menjalani vaksinasi di Gedung Dakwah Kota Tasikmalaya, Kamis (18/3).
Foto: Republika/Bayu Adji P
Sejumlah ulama menjalani vaksinasi di Gedung Dakwah Kota Tasikmalaya, Kamis (18/3).

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Pemerintah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, melaksanakan vaksinasi COVID-19 dengan sasaran ulama dan kiai di Gedung Dakwah, Tasikmalaya, Kamis, untuk mencegah dan memutus rantai penularan COVID-19 sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat agar mau divaksin. Pelaksana tugas Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf mengatakan sementara ini yang mendapatkan vaksin COVID-19 untuk kalangan ulama dan kiai sebanyak 60 orang, selanjutnya akan dilakukan kembali secara bertahap.

"Kita melaksanakan vaksinasi untuk para ulama di Kota Tasikmalaya, tapi masih terbatas, jumlahnya baru 60 orang," kata Yusuf.

Ia menuturkan Pemkot Tasikmalaya sebelumnya sudah melakukan vaksinasi terhadap tenaga kesehatan, kemudian tahap berikutnya untuk kalangan pelayan publik, termasuk masyarakat seperti ulama dan kiai. Penerima vaksin COVID-19 bagi ulama dan kiai itu, kata dia, memang sudah masuk dalam prioritas program vaksinasi karena mereka memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat.

"Ketika beliau sudah divaksin ternyata sehat, bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya vaksin dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penularan COVID-19," katanya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya KH Ate Mushodiq menyatakan usai menjalani vaksinasi tidak merasakan hal yang aneh, semua dalam kondisi seperti biasa. Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat mengikuti program vaksinasi untuk mencegah dan memutus rantai penularan wabah COVID-19 di Kota Tasikmalaya, umumnya seluruh daerah di Indonesia maupun dunia.

"Semua harus divaksin, taat kepada pemerintah agar tetap sehat, sehingga kegiatan ekonomi, pendidikan, bisa berjalan lagi," katanya.

Baca juga : Studi: Hanya 0,65 Persen Orang Terinfeksi Covid-19 Dua Kali

Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Tasikmalaya, KH Udin Sa'dudin mengaku bersyukur kalangan ulama dan kiai menjadi prioritas mendapatkan vaksin COVID-19 sebagai salah satu upaya bersama memutus rantai penularan COVID-19.

"Kita wajib ikhtiar, wajib mencegah, salah satunya dengan vaksin, ini sudah dipastikan aman, halal dan suci," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement