Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Wapres: Diperlukan Upaya Batiniah agar Pandemi Berakhir

Kamis 18 Mar 2021 20:51 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Esthi Maharani

Wakil Presiden, Ma

Wakil Presiden, Ma

Foto: dok Baznas
Wapres mengajak masyarakat berdoa dan memohon kepada Tuhan agar pandemi berakhir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengajak masyarakat untuk berdoa dan memohon kepada Tuhan agar pandemi Covid-19 di seluruh dunia, termasuk Indonesia berakhir. Wapres mengatakan, untuk mengakhiri pandemi dibutuhkan berbagai upaya di sektor kesehatan, solidaritas kebangsaan, semangat berbagi, serta doa kepada Tuhan.

"Upaya-upaya besar telah dan sedang ditempuh oleh pemerintah dan masyarakat harus disertai pula dengan ikhtiar batiniah melalui doa dan permohonan kepada Dzat yang Maha Mulia, Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT," kata Ma'ruf saat hadir virtual di acara doa bersama lintas agama di Gedung Kebangkitan Nasional, Jakarta, Kamis (18/3).

Karena itu, ia mengajak masyarakat berikhtiar dan memohon pertolongan Allah SWT. Ma'ruf juga menilai doa bersama ini sebagai satu ikhtiar ruhaniah bersama tokoh-tokoh lintas agama, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu, di tengah upaya penanganan pandemi Covid-19 dan musibah lainnya di Tanah Air.

Ia pun berharap doa bersama menjadi inspirasi kebangkitan mental spiritual dan sosial bangsa Indonesia dari musibah dan krisis akibat Covid-19. Sebab, pandemi Covid-19 ini kata Wapres, musibah kesehatan global terbesar abad ini. Selain menelan banyak korban, pandemi juga berdampak terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat sehingga membutuhkan waktu cukup lama untuk kembali ke kondisi normal.

Saat ini, kata Ma'ruf, berbagai upaya dilakukan dalam mengakhiri pandemi mulai dari sektor kesehatan, penerapan protokol kesehatan, tiga M, pembatasan kegiatan masyarakat. Lalu diikuti upaya pemulihan ekonomi nasional, dan terbaru yang saat ini masih berjalan vaksinasi nasional.

Namun, upaya-upaya besar yang telah dan sedang ditempuh oleh pemerintah dan masyarakat tersebut harus disertai pula dengan ikhtiar batiniah melalui doa.

"Melalui doa kepada Allah kita berharap akan memperoleh berkat dan rahmat-Nya. Seberat apapun tantangan yang dihadapi jika bangsa ini memperoleh berkat dan rahmat Allah SWT akan berhasil mengatasinya," katanya.

Karena itu, ia berharap acara Doa Kebangsaan Lintas Agama ini memperoleh berkah dan rahmat Allah sehingga bangsa ini dapat keluar dari pandemi beserta dampaknya dan bencana lainnya.

Ia juga menilai doa bersama lintas agama bertujuan untuk meningkatkan persaudaraan kemanusiaan, solidaritas nasional, dan kepedulian sosial masyarakat. Ia berharap doa ini semakin memupuk keluhuran kemanusiaan, kerukunan antar umat beragama serta kerukunan nasional sebagai pilar kesatuan dan persatuan bangsa.

"Saya mengapresiasi langkah Kementerian Agama yang mendorong pelaksanaan kegiatan yang baik ini. Doa Lintas Iman dilakukan sesuai dengan keyakinan dan tata cara berdoa menurut agama masing-masing," kata Ma'ruf.

Ia juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada para alim ulama, pemuka agama, mubaligh, penyuluh agama dari semua agama, yang memberikan pesan-pesan keagamaan agar masyarakat memiliki ketahanan mental spiritual di masa pendemi.  
 
"Tantangan dan cobaan seberat apa pun akan terasa ringan, apabila kita teguh beriman dan bersatu padu," kata Ma'ruf.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA