Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Kasus Covid-19 di Indonesia Alami Tren Penurunan

Kamis 18 Mar 2021 20:22 WIB

Red: Andri Saubani

Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga lanjut usia di Sport Jabar Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, Kamis (18/3/2021). Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Grab dan Good Doctor menggelar Grab Vaccine Center secara gratis yang diperuntukan bagi warga lanjut usia (lansia), pekerja sektor publik di bidang transportasi, pariwisata dan pekerja media di Kota Bandung.

Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga lanjut usia di Sport Jabar Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, Kamis (18/3/2021). Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Grab dan Good Doctor menggelar Grab Vaccine Center secara gratis yang diperuntukan bagi warga lanjut usia (lansia), pekerja sektor publik di bidang transportasi, pariwisata dan pekerja media di Kota Bandung.

Foto: ANTARA /M Agung Rajasa
Penurunan kasus positif Covid-19 bukan disebabkan oleh penurunan jumlah testing.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Sapto Andika Candra, Dessy Suciati Saputri

Penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air menunjukkan perkembangan ke arah positif. Dalam sebulan terakhir, tren penambahan kasus harian konsisten menunjukkan penurunan, di mana sudah lebih dari dua pekan terakhir, angka kasus baru tidak pernah tembus 7.000 orang setiap harinya.

Baca Juga

Pada Kamis (18/3) ini dilaporkan ada 6.570 kasus positif baru yang muncul. Jumlah kasus aktif juga cukup konsisten menurun. Per hari ini tercatat ada 131.753 kasus aktif Covid-19 di Indonesia. Angka ini jauh di bawah capaian pada awal Februari 2021 dengan lebih 175.000 kasus aktif.

Selain itu tingkat positif atau positivity rate Covid-19 menunjukkan tren penurunan. Selama 12 hari terakhir, angka positivity rate tidak pernah lebih dari 20 persen. Bahkan positivity rate terendah sempat dilaporkan pada Rabu (10/3) dengan 9,14 persen. Angka ini sekaligus terendah sejak Juni 2020.

Tren pada hari ini sudah kembali seperti November 2020 lalu. Berdasarkan data, puncak kasus harian tertinggi tercatat pada 30 Januari 2021 dengan lebih 14.500 kasus baru Covid-19 dalam sehari.

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan, tren penambahan kasus positif mingguan juga tercatat mengalami penurunan sebesar 11,62 persen pada minggu ini. Berdasarkan data Satgas, penambahan kasus positif tertinggi terjadi di lima daerah. Yakni di Banten yang mengalami kenaikan 1.183 kasus baru, Papua naik 395 kasus, Maluku Utara naik 31 kasus, Gorontalo naik 23 kasus, dan Bangka Belitung naik 96 kasus.

“Penambahan kasus positif mingguan di minggu ini lebih sedikit dibandingkan minggu lalu atau turun sebesar 11,62 persen,” kata Wiku saat konferensi pers, Kamis (18/3).

Satgas juga mencatat perkembangan kasus kematian di minggu ini yang meningkat 5,45 persen dibandingkan minggu sebelumnya. Setelah sempat mengalami peningkatan kasus yang cukup tinggi pada dua minggu lalu, angka kematian baru juga sempat mengalami penurunan pada minggu lalu. Namun, sayangnya, angka kematian kembali meningkat pada minggu ini.

Kenaikan kasus kematian ini dikontribusikan oleh daerah dengan kenaikan kematian tertinggi yakni di Jawa Tengah naik 124 kasus, Jawa Barat naik 46 kasus, Papua naik 10 kasus, Sumatera Selatan naik 6 kasus, dan Sumatera Barat naik 4 kasus.

Sedangkan untuk kasus kesembuhan tercatat mengalami penurunan kembali di minggu ini. Penurunan jumlah kesembuhan ini telah terjadi selama lima minggu berturut-turut. Pada minggu ini, jumlah kasus sembuh mengalami penurunan sebesar 1,8 persen.

“Hal ini dapat terjadi karena pada kasus positif baru juga mengalami penurunan selama tujuh minggu berturut-turut sehingga mempengaruhi kasus sembuh juga,” kata Wiku.

 



Namun, terdapat lima daerah yang masih mencatatkan angka kesembuhan tertinggi yakni Banten, Papua, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, dan juga Riau.

Wiku menegaskan, penurunan kasus positif ini bukan disebabkan oleh penurunan jumlah pemeriksaan atau testing. Bahkan, ia menyebut, jumlah pemeriksaan mingguan juga telah mencapai standar WHO yaitu 1 per 1000 populasi per 17 Maret.

“Hal ini menunjukan bahwa kasus positif di tengah masyarakat sudah mulai menurun, bukan karena jumlah pemeriksaan yang mulai berkurang,” kata Wiku.

Ia mendetailkan, berdasarkan data Satgas, sejak awal Januari hingga minggu terakhir Januari, kasus positif mengalami peningkatan hingga mencapai 86.342 kasus dalam sepekan. Namun, memasuki bulan Februari, tren kasus positif mengalami penurunan hingga saat ini atau minggu ketiga Maret.

“Kasus positif sempat mengalami kenaikan pada Februari namun kemudian terus menurun jumlahnya,” tambahnya.

Jika dibandingkan dengan puncak terakhir atau minggu keempat Januari, kasus positif mengalami penurunan sebesar 44 persen. Sementara itu, berdasarkan data, jumlah pemeriksaan Covid-19 terus mengalami peningkatan sejak awal Januari. Kemudian sempat mengalami penurunan pada tiga minggu pertama Februari.

Namun, jumlah pemeriksaan kemudian meningkat tajam pada minggu keempat Februari. Kendati demikian, peningkatan jumlah pemeriksaan ini tidak diikuti oleh peningkatan temuan jumlah kasus positif.

Kemudian pada minggu pertama hingga ketiga Maret, Satgas mencatat jumlah pemeriksaan terus mengalami peningkatan dan jumlah kasus positif mengalami penurunan.

“Ini artinya, meskipun jumlah pemeriksaan Covid-19 terus mengalami peningkatan setelah sempat fluktuatif, hal ini tidak diikuti dengan peningkatan jumlah kasus positif,” jelasnya.

Wiku pun meminta agar kondisi ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Sehingga kasus positif di Indonesia dapat terus ditekan dan jumlah pemeriksaan terus ditingkatkan di atas standar WHO.

 

photo
Tips kembali olah raga bagi penyintas Covid-19. - (Republika.co.id)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA