Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

Kepala BNN: Peredaran Narkoba Meningkat Selama Pandemi

Kamis 18 Mar 2021 14:54 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Agus Yulianto

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Petrus Reinhard Golose

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Petrus Reinhard Golose

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Salah satu penyebab tingginya peredaran narkotika adalah kebijakan kerja dari rumah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Petrus Reinhard Golose mengatakan, peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang meningkat selama pandemi Covid-19. Hal tersebut terbukti dengan meningkatnya jumlah barang bukti yang berhasil diperoleh selama penegakan hukum.

"Sebagai contoh, barang bukti sabu atau metapethamin yang hanya diperoleh dalam tiga bulan terakhir ini Maret 2021 808,67 kg atau 70,19 persen dibandingkan jumlah barang bukti tahun 2020 sebanyak 1.152,2 kg," ujar Petrus dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR, Kamis (18/3).

Dia melanjutkan, selama tiga bulan terakhir, BNN tengah gencar melakukan operasi dan berhasil menyita barang bukti mencapai 70,19 persen. Ganja menjadi salah satu barang bukti yang disita paling banyak selama 2021, yaitu meningkat sebanyak 143,64 persen.

"Barang bukti ganja tahun 2021 sampai Maret 2021 sebanyak 3.462,75 atau meningkat 143,64 persen dibandingkan barang bukti tahun 2020 sebanyak 2.410. Ini yang baru dilakukan oleh institusi kami," ujar Petrus.

Salah satu penyebab tingginya peredaran narkotika selama pandemi adalah kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH). Pasalnya, ada drug abuse from home selama melaksanakan kebijakan tersebut.

"Demand (permintaan) masih tinggi dari masyarakat. Mungkin karena work from home banyak juga drug abuse from home," ujar Petrus.

Meski begitu, BNN terus berupaya dengan berbagai langkah dalam pencegahan peredaran narkoba. Salah satunya Desa Bersinar atau desa bersih jauh dari narkoba, di semping dengan adanya program sosialisasi dan rehabilitasi.

"Penanganan korban penyalahgunaan narkoba dilakukan dengan penyediaan layanan rehabilitasi yang berkualitas upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi dari masyarakat," ujar Petrus.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA