Wednesday, 22 Safar 1443 / 29 September 2021

Wednesday, 22 Safar 1443 / 29 September 2021

 Mudik, YIA Siapkan Extra Flight dan Tambah Jam Operasional

Kamis 18 Mar 2021 10:24 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Presiden Joko Widodo bersama rombongan meninggalkan Yogyakarta International Airport (YIA) usai meresmikan YIA di Kulonprogo, DI Yogyakarta. Yogyakarta International Airport (YIA) siapkan extra flight dan tambah jam operasional di masa mudik Idul Fitri 2021. Hal ini dilakukan jika nantinya terjadi lonjakan penumpang di DIY.

Presiden Joko Widodo bersama rombongan meninggalkan Yogyakarta International Airport (YIA) usai meresmikan YIA di Kulonprogo, DI Yogyakarta. Yogyakarta International Airport (YIA) siapkan extra flight dan tambah jam operasional di masa mudik Idul Fitri 2021. Hal ini dilakukan jika nantinya terjadi lonjakan penumpang di DIY.

Foto: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
Persiapan tambah jam operasional dilakukan jika ada lonjakan penumpang di DIY

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA -- Yogyakarta International Airport (YIA) siapkan extra flight dan tambah jam operasional di masa mudik Idul Fitri 2021. Hal ini dilakukan jika nantinya terjadi lonjakan penumpang di DIY.

"(Extra flight) Ini sangat mungkin (diajukan) tergantung nanti permintaan dari maskapai," kata General Manager (GM) YIA, Agus Pandu Purnama kepada Republika melalui sambungan telepon, Rabu (17/3).

Baca Juga

Pandu belum dapat memastikan berapa kuota extra flight yang disiapkan. Namun, untuk penambahan jam operasional juga sangat dimungkinkan di masa mudik nanti.

Pandu menuturkan, penambahan jam operasional ini dimungkinkan hingga pukul 21.00 WIB. Saat ini, YIA hanya beroperasi hingga 19.00 WIB."Intinya, karena kan YIA ini siap beroperasi 24 jam, jadi permintaan-permintaan itu pasti akan kita penuhi apabila nanti ada lonjakan permintaan penerbangan. Intinya kita siap melayani," ujarnya.

Terkait lonjakan penumpang di masa mudik nanti, Pandu juga belum dapat memastikan. Sebab, katanya, lonjakan nantinya tergantung kebijakan dari pemerintah dalam mengatur mudik.

Jika pemerintah mengizinkan adanya mudik dengan pembatasan-pembatasan tertentu, diprediksi akan terjadi lonjakan. Namun, hingga saat ini pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat.

"Saya tidak bisa memprediksi bakal ada lonjakan atau tidak. Ini sangat tergantung pada kebijakan pemerintah diberikan (izin) atau tidak untuk mudik. Kalau kita intinya siap jika ada atau tidaknya lonjakan," jelas Pandu.

Seperti diketahui, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan kepastian diperbolehkannya mudik Idul Fitri 2021 masih perlu dikoordinasikan terlebih dahulu. Budi menuturkan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tidak memiliki kewenangan memutuskan hal tersebut pada masa pandemi Covid-19.

"Saya tegaskan, boleh tidaknya mudik, bukan kewenangan Kemenhub, tapi kami berdiskusi dengan kementerian dan lembaga terkait karena Satgas Covid-19 juga akan memberikan arahan," kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR, Selasa (16/3).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA