Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Kecewa, Pebulu Tangkis Indonesia Protes BWF di Medsos

Kamis 18 Mar 2021 06:56 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Endro Yuwanto

Pebulu tangkis spesialis ganda putra Indonesia, Fajar Alfian (kiri).

Pebulu tangkis spesialis ganda putra Indonesia, Fajar Alfian (kiri).

Foto: DOK PBSI
Skuad Indonesia yang dikirim ke All England kali ini adalah kekuatan terbaik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rasa kecewa dialami tim Indonesia di ajang All England 2021. Kecewa bukan karena kalah berjamaah di babak pertama. Namun, seluruh tujuh wakil Indonesia diminta mundur dari turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut.

Panitia dan Federasi Bulu Tangkis (BWF) secara tiba-tiba menuliskan keterangan walk over (WO) di bagan tiga wakil Indonesia yang akan bertanding di babak pertama hari ini, Kamis (18/3). Tiga wakil yang dituliskan WO adalah Anthony Sinisuka Ginting, Fajar/Rian, dan Praveen/Melati.

Tiga wakil Indonesia yang sudah melangkah ke babak kedua, yakni Kevin/Marcus, Jonatan Christie, dan Ahsan/Hendra juga mengalami serupa. BWF dan panitia penyelenggara terpaksa meminta mundur pemain indonesia karena saat penerbangan menuju Birmingham, Inggris, Sabtu (13/3) kemarin, ada penumpang yang positif Covid-19.

Walaupun pemain Indonesia setibanya di Birmingham sudah menjalani tes usap, semua hasil negatif, regulasi Pemerintah Inggris mewajibkan untuk isolasi seluruh penumpang pesawat jika ada satu orang yang positif Covid-19.

Atas keputusan ini, para pemain Indonesia Kecewa dan lantas ramai-ramai melakukan protes kepada BWF melalui akun Instagram masing-masing pemain.

Fajar Alfian kemudian mengunggah foto logo BWF di akun Instagram pribadi @fajaralfian95 beserta caption "Unfair".

Anthony Ginting juga mengunggah logo BWF. Dia menyertakan kalimat "Must be responsible!", yang mengindikasikan meminta pertanggungjawaban dari federasi bulu tangkis dunia itu. Melati juga menyuarakan kekecewaannya yang sama seperti Anthony Ginting.

Skuad Indonesia yang dikirim ke All England adalah kekuatan terbaik. Tujuh wakil yang bermain masuk dalam daftar unggulan. Peluang untuk membawa pulang gelar juara pun kini sirna akibat Covid-19.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA