Friday, 12 Rajab 1444 / 03 February 2023

Pakar: Tol Trans Sumatera Strategis Bagi Pergerakan Barang

Kamis 18 Mar 2021 02:03 WIB

Red: Friska Yolandha

Foto udara pembangunan konstruksi ruas jalan tol Padang-Sicincin di Jl Bypass KM 25, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, Jumat (19/6/2020). PT Hutama Karya (Persero) terus mengebut pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), salah satunya yakni Ruas Pekanbaru-Padang Seksi 1 (Padang-Sicincin/Pacin) sepanjang 36 kilometer, dengan lahan yang sudah dibebaskan dan dikerjakan sejauh 4,2 kilometer, sedangkan sisanya masih diproses di BPN.

Foto udara pembangunan konstruksi ruas jalan tol Padang-Sicincin di Jl Bypass KM 25, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, Jumat (19/6/2020). PT Hutama Karya (Persero) terus mengebut pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), salah satunya yakni Ruas Pekanbaru-Padang Seksi 1 (Padang-Sicincin/Pacin) sepanjang 36 kilometer, dengan lahan yang sudah dibebaskan dan dikerjakan sejauh 4,2 kilometer, sedangkan sisanya masih diproses di BPN.

Foto: Antara/Iggoy el Fitra
Yang perlu diperhatikan adalah berapa besar biaya yang dibebankan pada pengguna tol.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Pakar Transportasi Publik Universitas Andalas (Unand) Padang Yossyafra menilai keberadaan jalan Tol Trans Sumatera bernilai strategis bagi pergerakan barang. Pasalnya, jika menggunakan jalan nasional provinsi waktu tempuhnya lebih lama.

"Ada barang-barang yang perlu lebih cepat sampai dengan adanya jalan tol dari sisi logistik manfaatnya cukup besar," kata dia di Padang, Rabu (17/3).

Baca Juga

Menurutnya benefit yang paling besar dari kehadiran tol Trans Sumatera adalah pergerakan barang kalau untuk orang secara keseluruhan hanya pada segmen tertentu yang bermanfaat.

"Untuk orang hanya pada spot tertentu misalnya menghubungkan Padang dengan Pekanbaru atau Medan dengan Banda Aceh karena dapat mengurangi waktu tempuh pergerakan orang," ujarnya.

Akan tetapi ia melihat yang perlu diperhatikan karena tol adalah jalan berbayar adalah berapa besaran biaya yang diberlakukan kepada pengguna baik barang maupun orang. Ia memberi contoh untuk saat ini dari Lampung sampai Palembang karena sudah selesai dikerjakan memberikan benefit yang cukup besar terutama waktu tempuh.

"Biasanya bisa 12 jam sekarang bisa empat jam saja," kata dia.

Khusus bagi Sumbar manfaat yang bisa didapat dari pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru adalah memberi keuntungan dalam pengangkutan. "Selama ini kebutuhan pangan Pekanbaru banyak dipasok dari Sumbar, keberadaan tol bermanfaat bagi angkutan logistik dari Sumbar ke Riau," katanya.

Sebaliknya warga Riau yang hendak berwisata ke Sumbar juga akan lebih mudah cukup dua sampai tiga jam saja dari sebelumnya enam jam. "Artinya kunjungan wisata ke Sumbar akan menjadi lebih banyak dari sebelumnya dan ini memberi manfaat bagi sektor pariwisata," ujarnya.

Pada sisi lain ia melihat jalan tol ada kelebihan dan ada kekurangan. "Kekuranganya adalah warga yang tanahnya harus digusur atau pengurangan omset pedagang karena peralihan arus kendaraan," ujarnya.

Akan tetapi ia mengajak semua pihak melihat persoalan ini secara menyeluruh bahwa untuk kecepatan waktu tempuh dan pergerakan logistik kian baik. "Pada intinya tol adalah alternatif bukan jalur utama saat orang ingin memilih menempuh perjalanan yang lebih cepat dari sisi waktu dan seberapa biaya yang dikeluarkan," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA