Rabu 17 Mar 2021 20:35 WIB

Di Surakarta, Pelatihan Usaha Hingga Vaksin Jadi Prioritas

Hingga saat ini program vaksinasi Covid-19 terus dipercepat.

Petugas medis menunjukkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac kepada penerima vaksin anggota tim National Paralympic Committee (NPC) Indonesia saat vaksinasi di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sampangan Solo, Solo, Jawa Tengah, Kamis (25/2/2021). Vaksinasi tersebut untuk menjaga kesehatan tim NPC Indonesia dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19, guna memperlancar pelaksanaan pelatnas dan persiapan Paralimpic Games di Tokyo, Jepang pada Maret 2021 mendatang.
Foto: ANTARA/Maulana Surya
Petugas medis menunjukkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac kepada penerima vaksin anggota tim National Paralympic Committee (NPC) Indonesia saat vaksinasi di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sampangan Solo, Solo, Jawa Tengah, Kamis (25/2/2021). Vaksinasi tersebut untuk menjaga kesehatan tim NPC Indonesia dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19, guna memperlancar pelaksanaan pelatnas dan persiapan Paralimpic Games di Tokyo, Jepang pada Maret 2021 mendatang.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO--Pelatihan untuk para pelaku usaha hingga percepatan vaksinasi menjadi program prioritas Pemerintah Kota Surakarta untuk memulihkan perekonomian yang tersendat akibat pandemi COVID-19."Mengenai ekonomi ini baru diinventarisasi, anggarannya mana. Pelatihan-pelatihan untuk UMKM yang tersebar di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) baru difokuskan," kata Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa usai rapat pembahasan program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surakarta di Solo, Rabu (17/3).

Ia mengatakan pelatihan yang diberikan salah satunya mengenai produksi agar hasil lebih berkualitas."Misalnya, jualan tidak laku bagaimana supaya laku, dari sisi pengemasan, bagaimana pengembangan, pemasaran. Paling tidak jual produk kualitasnya lebih baik dari yang sudah ada," ucapnya.

Selain pelatihan usaha, beberapa program prioritas lain adalah program vaksinasi. Ia mengatakan hingga saat ini program vaksinasi Covid-19 terus dipercepat."Harapannya per minggu jumlahnya bisa memenuhi, baik masyarakat, RT/RW, termasuk guru kalau sudah selesai, baru menyasar para dosen. Kalau pasar kan secara simultan, artinya tidak berbarengan, rencana tiga pasar, tetapi ini satu dulu di Pasar Jongke," ujarnya.

Meski demikian, vaksinasi sebelumnya sudah dilakukan di beberapa pasar tradisional lainnya, di antaranya Pasar Gede, Pasar Legi, dan Pasar Klewer. Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kota Surakarta Ahyani mengatakan program prioritas tersebut sudah dijabarkan ke masing-masing OPD, termasuk vaksinasi serta "center of disease control" yang bisa dijadikan sebagai pusat studi dan laboratorium penelitian.

"Selain itu, wali kota ingin pembangunan rumah sakit diperbanyak, di antaranya rumah sakit herbal yang nanti akan ada di RSUD Bung Karno dan rumah sakit ibu dan anak yang akan dibangun di kawasan Sriwedari," katanya.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement