Rabu 17 Mar 2021 16:35 WIB

Sleman Lakukan Pembinaan Tokoh-Tokoh Islam

Sinergitas tokoh agama mempercepat pemulihan kondisi masyarakat melewati pandemi.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Agus Yulianto
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo.
Foto: Instagram/@kustinisripurnomo
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mulai melaksanakan Pembinaan Rohaniawan Tokoh-Tokoh Agama Islam 2021. Di tengah-tengah pandemi covid-19, pembinaan untuk rohaniawan Islam ini akan dilaksanakan terhadap 45 orang.

Bupati Sleman Kustini Purnomo mengatakan, tokoh-tokoh agama memiliki peran sangat strategis di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Bahkan, di negara-negara yang kegiatan agamanya sangat kental di tengah-tengah masyarakat.

Selain itu, dia berpendapat, peran tokoh-tokoh agama akan sangat diperhitungkan dalam sebuah kebijakan politik pemerintah. Karenanya, Kustini merasa, perlu ada sinergi yang baik antara pemerintah dengan tokoh-tokoh agama atau rohaniawan.

Untuk itu, dia berharap, tokoh-tokoh agama khususnya Islam, dapat memberikan petunjuk dan pedoman kehidupan bermasyarakat yang menyejukkan hati. Serta, mendorong terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

"Saya juga mengimbau kepada tokoh-tokoh Agama Islam untuk turut menjaga umat Islam agar berada dalam aqidah dan pemahaman agama Islam yang jauh dari nilai nilai kekarasan dan anarkisme," kata Kustini di Setda Sleman, Rabu (17/3).

Dia turut berharap, sinergitas tokoh-tokoh agama Islam mempercepat pemulihan kondisi masyarakat melewati pandemi covid-19 secara sosial maupun spiritual. Termasuk, menyukseskan pemilihan lurah secara serentak di Kabupaten Sleman.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sleman, Iriansya menjelaskan, agenda pembinaan rohaniawan ini akan dilaksanakan sebanyak 14 kali. Bagi rohaniawan Islam, akan dilaksanakan sebanyak enam kali melibatkan 45 tokoh-tokoh Islam.

Kemudian, untuk rohaniawan Katolik dan Kristen masing-masing sebanyak dua kali dan diikuti 45 orang untuk masing-masing sesi, Sedangkan, rohaniawan Hindu dan Budha masing-masing sebanyak dua kali dan diikuti 35 orang masing-masing sesi.

"Untuk pembukaan hari ini diikuti 45 rohaniawan agama Islam yang terdiri dari NU, Muhammadiyah, LDII, MTA dan rohaniawan-rohaniawan lainnya," ujar Iriansya.

Ada beberapa tema yag dijadikan acuan dalam Pembinaan Rohaniawan 2021. Mulai dari Toleransi dalam Keberagaman, Kebijakan Pemerintah Kabupaten Sleman, Peran Rohaniawan dalam rangka Implementasi Kebijakan Pemerintah Kabupaten Sleman. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement