Rabu 17 Mar 2021 15:32 WIB

Anies: Jumlah Kendaraan Bermotor Lebih Banyak dari Warga

Anies mengatakan jumlah kendaraan bermotor lebih banyak dari jumlah warga Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.
Foto: @aniesbaswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Basedan mengatakan,  jumlah kendaraan bermotor di Ibu Kota, baik kendaraan umum maupun kendaraan pribadi melampaui warga di Jakarta. Hal itu membawa dampak buruk bagi lingkungan karena gas buang yang berimbas pada polusi udara.

Jumlah penduduk Jakarta berdasarkan Sensus Penduduk DKI Jakarta tahun 2020 mencapai 10,56 juta jiwa. "Jumlah kendaraan, baik kendaraan pribadi maupun kendaraan umum seringkali lebih banyak dari pada jumlah warga yang berada di kotanya. Sekarang kita menyaksikan lalu lalang kendaraan dari dalam dan luar kota dan di dalam kota Jakarta luar biasa banyaknya," kata Anies Baswedan dalam diskusi virtual bersama wartawan Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (17/3).

Baca Juga

Salah satu implikasinya adalah ada emisi. Karena emisi itu, munculah masalah polusi udara. Untuk meminimalkan kerusakan lingkungan karena penggunaan kendaraan bermotor berbahan bakar minyak itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah mulai merancang penggunaan kendaraan bebas emisi atau kendaraan listrik.

Saat ini, Pemerintah Provinsi DKI sedang melakukan kampanye penggunaan kendaraan ini salah satunya dengan mengoperasikan sejumlah armada bus listrik di TransJakarta.

"Alhamdulillah, transportasi listrik menjadi salah satu solusi yang layak untuk dibahas, dipertimbangkan, dan kita semua sedang menuju kepada model transportasi bebas emisi, salah satunya berbasis listrik," ujarnya.

Pada tahun 2021 ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merencanakan untuk mulai mengoperasikan 100 unit bus listrik di TransJakarta. Harapannya, masyarakat bisa beralih ke angkutan ramah lingkungan ini. 

"DKI Jakarta, kita berencana tahun ini mulai dengan 100 unit TransJakarta yang menggunakan tenaga listrik. Harapannya pemerintah mendorong demand sehingga lebih banyak lagi yang nantinya akan bisa memproduksi dan masyarakat yang bisa menggunakan kendaraan berbasis listrik. Selain insentif-insentif pajak yang diberikan kepada pengguna kendaraan berbasis listrik," jelasnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement