Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Pelaku Usaha Wisata di Purwakarta Divaksinasi

Rabu 17 Mar 2021 12:46 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di objek wisata Cikao Park, Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (19/3/2020). Penyemprotan disinfektan tersebut sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19 yang ditetapkan sebagai pandemi oleh World Health Organization (WHO).

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di objek wisata Cikao Park, Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (19/3/2020). Penyemprotan disinfektan tersebut sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19 yang ditetapkan sebagai pandemi oleh World Health Organization (WHO).

Foto: Antara/M Ibnu Chazar
Dibukanya sektor wisata di Purwakarta untuk mendongkrak perekonomian masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, akan melakukan vaksinasi kepada pelaku usaha pariwisata menjelang dibukanya sejumlah tempat wisata di daerah tersebut.

Kabid Pariwisata Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan setempat Acep Yulimulya mengatakan dibukanya sektor wisata bisa menjadi salah satu upaya untuk pemulihan dan pendongkrak perekonomian masyarakat di masa pandemi.

Namun diakui kalau pembukaan tempat wisata itu tidak bisa begitu saja dilakukan. Artinya perlu persiapan matang. Mengingat, sampai saat ini pandemi masih berlangsung.

"Salah satunya, kita harus mendorong para pelaku usaha pariwisata untuk divaksin. Termasuk, menyiapkan protokol kesehatan," kata dia.

Menurut Acep, khusus untuk pelaku usaha pariwisata pihaknya telah mendorong supaya dilakukan vaksinasi. Hingga saat ini, sudah ada sekitar 115 orang pelaku usaha pariwisata yang telah didaftarkan dan telah mendapatkan vaksin di tahap dua.

"Kalau berbicara kebutuhan, kami butuh vaksinasi untuk 500 orang pelaku usaha wisata. Tapi kita baru mendaftarkan 115 orang. Semoga, sisanya bisa diakomodir di tahap berikutnya," kata dia.

Baca juga : Perempuan Lebih Berisiko Alami Efek Samping Vaksin Covid-19

Menurut dia, dibukanya destinasi wisata bisa menjadi bagian dari solusi untuk pemulihan ekonomi sesuai yang diamanatkan Kepres Nomor 82 tahun 2020 tentang percepatan pemulihan ekonomi.

"Sebagai langkah antisipasi, setiap hari kami menerjunkan personil untuk monitoring ke seluruh destinasi wisata yang ada. Hal itu, untuk memastikan jika para pengelola wisata sudah menerapkan protokol kesehatan sesuai arahan pemerintah," kata dia.

Saat ini sejumlah tempat wisata sudah dibuka, tapi ada juga yang masih tutup selama pandemi Covid-19.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA