Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Ketua DPRD Medan: Alquran Jaga Suasana Religius di Medan

Rabu 17 Mar 2021 05:35 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Kota Medan menggelar MTQ ke-54 untuk menyemarakkan syiar Alquran. Ilustrasi Alquran

Kota Medan menggelar MTQ ke-54 untuk menyemarakkan syiar Alquran. Ilustrasi Alquran

Foto: pxhere
Kota Medan menggelar MTQ ke-54 untuk menyemarakkan syiar Alquran

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN— Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim, menyebutkan bahwa kitab suci umat Islam, Alquran, mampu menjaga suasana agar tetap religius khususnya di Kota Medan.

"Kita memahami kegiatan MTQ memiliki arti yang sangat penting. Selain memotivasi umat untuk lebih mencintai Alquran, juga dapat menjaga suasana yang religius di Kota Medan," ujarnya di Medan, Selasa (17/3).

Pernyataan tersebut disampaikannya usai memberikan sambutan di acara pembukaan MTQ ke-54 tingkat Kota Medan 2021 di Asrama Haji Medan.

Dia menilai, pelaksanaan MTQ yang telah membudaya di tengah masyarakat tidak hanya meningkat dari segi syiar dan kualitas penyelenggaraan, tetapi juga mewarnai wajah umat Islam yang damai di ibu kota Provinsi Sumatra Utara ini.

"Kegiatan MTQ harus mampu membumikan Alquran, sehingga nilai-nilai yang terkandung dapat dipahami dan dilaksanakan pemeluknya. Kami sangat mengapresiasi Pemkot Medan yang selalu aktif melaksanakan kegiatan hari-hari besar keagamaan, sehingga tercipta suasana masyarakat harmonis dan religius di Kota Medan ini," ujar Hasyim.

Sebanyak 558 orang peserta menjadi utusan dari 21 kecamatan pada MTQ tingkat Kota Medan kali ini.

"Jumlah peserta MTQ sebanyak 558 orang yang berasal dari utusan masing-masing kecamatan di Kota Medan," kata Plt Asisten Pemerintahan dan Sosial Kota Medan, Khairul Syahnan.

Hanya saja ratusan kafilah baik qari maupun qariah tersebut tidak diizinkan membawa pendukung ke lokasi pelaksanaan MTQ di Asrama Haji Medan dan di Perguruan Al-Azhar Medan.

Sedangkan cabang-cabang diperlombakan dalam MTQ yang berlangsung 16-23 Maret 2021 ini di antaranya seni baca Alquran, hafalan Alquran, dan tafsir Alquran. Lalu fahmil Alquran, syarh Alquran, seni kaligrafi Alquran, qiraat dan tartilul Alquran, karya tulis ilmiah Alquran, dan cabang musabaqah hadist Nabi. 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA