Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Pencuri Tewas Terkena Bom Bondet yang Dibawanya Sendiri

Selasa 16 Mar 2021 16:50 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Bom bondet.

Bom bondet.

Foto: Antara/Budi Candra Setya
Polisi sempat mencurigai gerak-gerik pelaku.

REPUBLIKA.CO.ID, BATU -- Satu orang pencuri motor dilaporkan tewas di Desa Pendem, Kota Batu, Selasa (16/3) pukul 03.00 WIB. Pelaku berinisial IM (25) meninggal setelah terkena ledakan bom bondet yang dibawanya sendiri.

Kasatreskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus menjelaskan, peristiwa berawal saat beberapa anggota polisi melihat pergerakan mencurigakan dari IM dan satu rekannya. Para aparat membuntuti kedua pelaku dengan kendaraan roda dua. “Kemudian para pelaku ini masuk ke dalam gang," ucap Jeifson kepada wartawan di Kota Batu, Selasa (16/3).

Mengetahui telah diikuti polisi, para pelaku langsung mempercepat kendaraannya. Aksi saling mengejar antara pelaku dan beberapa polisi pun terjadi. Sampai akhirnya hanya tersisa satu petugas yang lokasinya tidak jauh dengan para pelaku.

Setiba di wilayah Desa Pendem terdengar suara ledakan di depan rumah warga, M Agung Wicaksono. Akibat ledakan ini, salah satu pelaku IM meninggal di lokasi. Sementara untuk satu pelaku lainnya berhasil melarikan diri. 

"Dan tidak jauh dari tempat tergeletaknya Imam, satu orang petugas kepolisian juga terluka cukup parah di bagian lengan dan kaki," ungkap dia.

Menurut Jeifson, para pelaku curanmor termasuk bagian dari jaringan Pasuruan. Mereka sebelumnya pernah ditangkap oleh polisi dengan kasus serupa. Keberadaan jaringan ini cukup membahayakan karena pelaku selalu membawa bom bondet setiap aksinya.

Terpisah, warga M Agung Wicaksono mengaku, mendengar ledakan bom bondet di depan rumahnya saat tengah tertidur. Kejadian ini lebih tepatnya terdengar sekitar pukul 03.00 WIB. Pada saat kejadian, dia dan warga mendengar petugas kepolisian teriak meminta tolong. 

Agung dan warga tidak berani mendekati petugas karena khawatir terjadi ledakan kembali. Sebab, ledakan yang ditimbulkan sebelumnya cukup besar yakni kaca depan rumahnya pecah. "Dan jarak ledakan dengan rumah sekitar lima meter," kata dia menjelaskan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA