Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Benarkah Banyaknya Gempa Pertanda Hari Kiamat? 

Selasa 16 Mar 2021 14:39 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Gempa yang masif dan menyeluruh disebut sebagai tanda Hari Kiamat Gempa. Ilustrasi

Gempa yang masif dan menyeluruh disebut sebagai tanda Hari Kiamat Gempa. Ilustrasi

Foto: Reuters
Gempa yang masif dan menyeluruh disebut sebagai tanda Hari Kiamat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Bencana gempa semakin sering terjadi di dunia, termasuk di Indonesia. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebanyak 8.264 kali gempa terjadi di berbagai wilayah Indonesia sepanjang 2020.

Banyaknya gempa bumi ini ternyata juga menjadi salah satu pertanda datangnya Hari Kiamat. Dalam beberapa hadits sahih dijelaskan bahwa gempa bumi yang sering terjadi di akhir zaman akan menjadi tanda yang jelas bahwa Hari Kiamat sudah dekat. Hal ini seperti hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah RA, Rasulullah pernah bersabda:

Baca Juga

لا تقوم الساعة حتى يُقبض العلم، وتكثر الزلازل، ويتقارب الزمان، وتظهر الفتن "Tidak akan terjadi hari kiamat kecuali setelah hilangnya ilmu, banyak terjadi gempa, waktu seakan berjalan dengan cepat, dan timbul berbagai macam fitnah.” (HR Bukhari).

Dalam hadits lain juga dijelaskan bahwa ketika Hari Kiamat sudah dekat, akan ada kematian yang sangat banyak dan akan datang gempa bumi. 

Dari Salamah bin Nufail AS Saukaniy, dia mengatakan ketika kami duduk bersama Rasulullah SAW, beliau bersabda:

بين يدي الساعة مَوَتانٌ شديد، وبعده سنوات الزلازل “Ketika Hari Kiamat sudah dekat akan ada kematian yang sangat banyak dan setelahnya akan datang tahun-tahun di mana terjadi banyak gempa bumi.” (HR Ahmad)

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Hawalah al-Azdi RA, Rasulullah juga bersabda: 

يا ابن حوالة، إذا رأيت الخلافة قد نزلت الأرض المقدسة فقد دنت الزلازل والبلايا والأمور العظام، والساعة يومئذ أقرب إلى الناس من يدي هذه من رأسك

“Wahai Ibnu Hawaalah jika engkau telah melihat khilafah tersebar dari Madinah hingga Syam, terjadi gempa-gempa, bala bencana serta hal-hal menggentarkan lainnya. Maka pada saat itu tejadinya hari kiamat lebih dekat daripada jarak antara tangan dan kepalamu.” (HR Bukhari).

Sementara itu, Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa gempa bumi terjadi hampir di seluruh penjuru bumi. Dalam kitabnya yang berjudul Fath al-Bari, dia berkata:

قوله وتكثر الزلازل قد وقع في كثير من البلاد الشمالية والشرقية والغربية كثير من الزلازل ولكن الذي يظهر ان المراد بكثرتها شمولها ودوامها

“Sungguh gempa bumi banyak terjadi pada negara-negara di utara, timur dan barat, namun yang nampak dari maksudnya lafaz ‘banyak’ adalah mencakup keseluruhan dan terjadi terus-menerus.”

Sumber: islamweb 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA