Selasa 16 Mar 2021 14:28 WIB

Tatap Muka di Tasikmalaya Dilakukan Saat Ajaran Baru

Kasus Covid yang terus bertambah jadi alasan belum terlaksananya sekolah tatap muka.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Friska Yolandha
Suasana kegiatan belajar mengajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri. Sekolah-sekolah di Tasikmalaya masih belum diizinkan menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka.
Foto: ANTARA/Aswaddy Hamid
Suasana kegiatan belajar mengajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri. Sekolah-sekolah di Tasikmalaya masih belum diizinkan menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Sekolah-sekolah di Tasikmalaya masih belum diizinkan menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka. Kasus Covid-19 yang masih terus bertambah di daerah itu menjadi alasan utama belum diizinkannya KBM tatap muka. 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Budiaman Sanusi mengatakan, pihaknya dan perwakilan dari sejumlah sekolah sebenarnya telah merencanakan untuk menggelar KBM tatap muka pada awal Maret. Tujuannya, agar para siswa sempat merasakan KBM tatap muka beberapa bulan sebelum tahun ajaran 2020/2021 berakhir.

"Pertimbangannya banyak siswa, terutama yang masih awal SD, belun paham materi. Mereka banyak yang belum bisa baca tulis dan calistung, mungkin ada 30-40 persen siswa kelas 1 SD banyak yang belum bisa menghitung dan membaca," kata dia saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (16/3).

Budiaman mengatakan, pihaknya telah mengusulkan rencana itu ke pimpinan daerah. Namun, dengan alasan kasus Covid-19 masih cukup tinggi, izin tak juga diberikan. Alhasil, hingga saat ini sekolah-sekolah tingkat SD dan SMP di Kota Tasikmalaya belum menggelar KBM tatap muka.

Selain itu, ia menambahkan, terdapat surat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) agar sekolah tidak dulu menggelar KBM tatap muka. "Jadi sampai saat ini belum ada yang diizinkan," kata dia.

Menurut Budiaman, pemberian izin untuk sekolah dapat menggelar KBM tatap muka juga harus didukung dengan pelaksaan vaksinasi kepada guru. Sementara, pada tahap pertama vaksinasi untuk pelayan publik, jatah vaksin untuk guru sangat terbatas. 

Ia menyebutkan, pada tahap pertama vaksinasi untuk pelayan publik, hanya sekira 20 persen dari total keseluruhan guru di Kota Tasikmalaya yang mendapat jatah vaksinasi. Sebab, vaksin yang terdistribusi ke Kota Tasikmalaya masih sangat terbatas. 

Budiaman berharap, KBM tatap muka dapat dilakukan pada tahun ajaran baru. Menurut dia, KBM tatap muka sebaiknya dilakukan setelah semua guru menjalani vaksinasi. "Kita juga kan harus mengutakan keselamatan siswa dan guru, meski dampaknya efektivitas pembelajaran daring belum seperti tatap muka," kata dia.

Izin untuk KBM tatap muka tak hanya belum diperoleh oleh sekolah tingkat SD dan SMP di Tasikmalaya. SMA dan SMK juga belum diperbolehkan menggelar KBM tatap muka. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement