Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Ahli Gizi: Diet Ekstrem Pasti Bikin Langsing tetapi Berisiko

Selasa 16 Mar 2021 10:50 WIB

Red: Nora Azizah

Diet ekstrem menimbulkan risiko berbahaya bagi kesehatan.

Diet ekstrem menimbulkan risiko berbahaya bagi kesehatan.

Foto: Flickr
Diet ekstrem menimbulkan risiko berbahaya bagi kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar gizi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik (PDGKI), Feni Nugraha menuturkan, diet ekstrem pasti akan menurunkan berat badan dan membuat tubuh langsing. Namun, di saat yang sama, hal itu juga menimbulkan berbagai risiko kesehatan pada tubuh.

Menurut dia, pelaku diet ini akan melakukan defisit kalori yang memunculkan masalah, salah satunya sembelit karena kurang konsumsi serat yang bisa didapat dari sayur dan buah. Saat sembelit ada risiko mengeluarkan feses berdarah bahkan seseorang bisa tidak bisa buang air besar hingga 6 hari.

Baca Juga

"Ketika kita diet ekstrim, akan terjadi gangguan pergerakan fungsi usus. Apalagi sekarang yang dijalankan itu banyak yang kurang serat. Serat penting untuk BAB. Serat akan menarik air ke usus besar, membuat feses lebih lunak dan berbentuk, sehingga BAB lancar. Saat serat kurang karena diet ekstrim, memang cendrung sembelit," kata Feni Nugraha dalam sebuah bincang daring, dikutip Senin (15/3).

Serat penting untuk memelihara keseimbangan bakteri usus dan sistem imun tubuh akan terjaga karena 70 persen imunitas ada di saluran cerna. Serat terbagi dua yakni serat larut dan tak larut.

Serat larut akan diubah seperti gel oleh bakteri usus, membuat feses lebih padat dan berbentuk, serta mengurangi penyerapan zat-zat tertentu yang memiliki dampak negatif untuk tubuh. Misalnya, menghambat penyerapan karbo ke darah, sehingga mencegah kelonjakan gula darah.

Hal ini juga menghambat penyerapan lemak dan kolesterol. Sementara serat tidak larut membantu memperlambat penyerapan makanan dan bahan yang tidak dibutuhkan tubuh. Serat ini membuat volume tambahan di perut sehingga membuat Anda kenyang lebih lama sekaligus membantu penurunan berat badan. 

Baca juga : Survei: Pandemi Perburuk Kesehatan Mental Remaja

Anda disarankan mengonsumsi 3-5 porsi sayur dan 2-3 porsi buah setiap hari. Konsumsi 3-5 porsi sayur memenuhi 50 persen dari kebutuhan serat 20 gram atau 10 gram, ditambah 2-3 porsi buah sehari, maka 80 persen kebutuhan serat tercukupi.

Dengan asumsi satu porsi buah mengandung sekitar 2 gram serat, maka sisa kebutuhan serat bisa dipenuhi dari karbohidrat kompleks, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Selain itu, warna-warni buah dan sayur berfungsi sebagai antioksidan. Anda direkomendasikan mengonsumsi minimal lima warna per hari yakni hijau, merah, kuning, ungu dan putih. 

Terkait jam makan, Feni mengatakan sampai sekarang belum ada kepustaan yang mengaturnya. Menurut dia, jam makan ketat sangat menyulitkan di kehidupan sehari-hari. Dia menyarankan untuk mencoba makan di waktu yang konsisten setiap hari, tapi tidak perlu harus sangat ketat di jam yang benar-benar sama.

"Memang menurut studi, waktu makan yang tidak konsisten kurang baik, karena berhubungan dengan ritme sirkadian kita. Waktu makan yang konsisten akan membantu metabolisme tubuh," demikian kata Feni.

Jadi, apabila Anda ingin melakukan diet khusus termasuk untuk menurukan berat badan atau diet orang dengan penyakit tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA