Thursday, 27 Rabiul Akhir 1443 / 02 December 2021

Thursday, 27 Rabiul Akhir 1443 / 02 December 2021

Guardiola: Tak Realistis Bicarakan Peluang Caturgelar City

Selasa 16 Mar 2021 12:16 WIB

Red: Endro Yuwanto

Pelatih Manchester City Pep Guardiola.

Pelatih Manchester City Pep Guardiola.

Foto: Carl Recine / POOL/REUTERS POOL
Man City saat ini berbeda dengan skuad yang meraih trigelar domestik 2018/2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Manchester City Pep Guardiola menyatakan, tidak realistis untuk membicarakan peluang timnya meraih caturgelar musim ini, kendati timnya masih berpeluang menjuarai empat kompetisi yang dikuti. City saat ini memimpin klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan jarak keunggulan 14 poin atas pesaing terdekat, Manchester United.

Di kompetisi piala domestik, tim besutan Guardiola juga sudah menapaki final Piala Liga Inggris menghadapi Tottenham Hotspur pada 25 April serta akan menjalani babak perempat final Piala FA menghadapi Everton akhir pekan ini.

Sedangkan di Liga Champions, pada Selasa (16/3) besok, City akan melakoni leg kedua babak 16 besar melawan wakil Jerman Borussia Moenchengladbach dengan bekal keunggulan 2-0 dari kemenangan leg pertama. Jika semua berjalan lancar, Guardiola akan membimbing City jadi klub Inggris pertama yang pernah menorehkan catatan caturgelar tersebut.

Tetapi pelatih asal Spanyol itu menilai peluang itu masih jauh dari kenyataan, terlebih dengan kondisi musim ini. "Caturgelar tak pernah terjadi sebelumnya dan saya pikir itu tidak akan terjadi musim ini dengan situasi yang ada," kata Guardiola dilansir Reuters, Senin (15/3).

Guardiola sudah berhasil membuat City jadi tim pertama yang menyapu bersih trigelar domestik Inggris dengan menjuarai Liga Primer, Piala FA, dan Piala Liga pada 2018/2019. Di Inggris, hanya MU yang pernah meraih trigelar dengan lintas gelar kontinental lewat menjuara Liga Champions, Liga Primer, dan Piala FA pada 1998/1999.

Menurut Guardiola, City saat ini berbeda dengan skuad yang meraih trigelar domestik 2018/2019, yang sebelum mencapai raihan itu sudah memiliki rekam jejak berbagai trofi. Salah satu pembeda utama adalah mantan kapten Vincent Kompany yang sudah pergi dari City dua musim lalu, juga David Silva yang meninggalkan Etihad akhir musim kemarin.

Oleh karena itu, bagi Guardiola yang terpenting adalah tetap berkonsentrasi dengan tantangan yang ada di hadapan mata City ketimbang memikirkan peluang muluk-muluk.

"Saat ini (tim ini) dalam kondisi lebih buruk dibanding sebelumnya, karena tim sebelumnya sudah memenangi banyak gelar, sedangkan tim ini belum memenangi apa pun," jelas Guardiola. "Kami divalidasi berdasarkan trofi yang bisa kami menangi. Tim sebelumnya sudah memenangi trofi. Tim ini masih perlu membuktikan diri.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA