Senin 15 Mar 2021 23:08 WIB

Rumah Belajar Binaan Rumah Zakat Buka Kelas Baru

Bertambahnya siswa peserta bimbel menjadi bukti keberhasilan danya rumah belajar

Seiring berjalannya waktu dan kemanfaatan yang sudah mulai dirasakan masyarakat, kini Rumah Belajar “ Anak Juara” yang ada di Desa Berdaya Manggungsari, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal semakin diminati  anak-anak yang ingin ikut belajar khususnya bahasa Inggris.
Foto: istimewa
Seiring berjalannya waktu dan kemanfaatan yang sudah mulai dirasakan masyarakat, kini Rumah Belajar “ Anak Juara” yang ada di Desa Berdaya Manggungsari, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal semakin diminati anak-anak yang ingin ikut belajar khususnya bahasa Inggris.

REPUBLIKA.CO.ID, KENDAL--Seiring berjalannya waktu dan kemanfaatan yang sudah mulai dirasakan masyarakat, kini Rumah Belajar “ Anak Juara” yang ada di Desa Berdaya Manggungsari, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal semakin diminati  anak-anak yang ingin ikut belajar khususnya bahasa Inggris.

Bertambahnya peserta yang ikut bimbel bahasa inggris menjadi salah satu penanda keberhasilan Rumah Zakat bersama UPZ Permata Bank Syariah dalam mensupport adanya Rumah Belajar di desa berdaya tersebut.

Wartono selaku Fasilitator Desa Berdaya Rumah Zakat yang ada di desa tersebut menyampaikan bahwa bertambahnya peserta adalah hal yang sangat menggembirakan, karena hal ini menjadi tolak ukur untuk melihat seberapa besar kemanfaatan yang ditimbulkan dari kegiatan tersebut.

Selain itu dirinya juga menuturkan dengan bertambahnya peserta bimbel yang semula sekitar 15 anak menjadi 30 anak memaksa dirinya untuk membuka kelas 1 lagi agar semua peserta bisa tertampung. Sehingga mulai bulan ini kegiatan Bimbel terbagi menjadi 2 kelompok berdasarkan tingkatan sekolah. ”Karena peserta bertambah kegiatan belajar akhirnya kita bagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok 1 usia kelas 1-3 SD belajar di teras luar, dan kelompok 2 usia kelas 4-6 belajar di ruangan,” ucapnya, Ahad (7/3).

Hal senada juga disampaikan Hima salah satu pengajar di rumah belajar tersebut, dirinya sangat senang karena peserta semakin banyak ini pertanda bahwa mereka menyukai pembelajaran yang dirinya sampaikan. ”Saya tidak menduga sebelumnya bahwa kalau peserta akan bertambah banyak seperti ini, sesuai arahan pak wartono karena ada 3 pengajar akhirnya kita bagi 2 kelompok, saya megang kelompok 2 kelas 4-6 dan kak atul bersama kak riska pegang kelompok 1 kelas 1-3,” kata Hikma.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement