Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Berhaji Saat Pandemi yang Semakin Mahal

Senin 15 Mar 2021 15:20 WIB

Red: Indira Rezkisari

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3). Rapat tersebut membahas Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/ 2021 M dan Vaksinasi Jamaah Haji Tahun 1442 H/ 2021 M.Prayogi/Republika.

Foto:
Saat ini belum ada keputusan dari Arab Saudi soal penyelenggaran haji.

Kementerian Kesehatan menargetkan vaksinasi bagi calon jamaah haji selesai pada Mei 2021. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkes RI, Oscar Primadi, mengatakan prediksi tersebut mengacu pada skema vaksinasi nasional.

"Insya Allah jamaah haji Indonesia akan kita selesai vaksinasi pada bulan Mei nanti. Jadi tidak ada keraguan Insya Allah kalau melihat skema ini," kata Oscar, Senin (15/3).

Kemenkes mencatat total sasaran jamaah haji di Indonesia sebanyak 173.160 jemaah. Rinciannya yaitu kelompok umur di bawah 60 tahun sebanyak 115.530 calon jamaah dan calon jamaah kelompok usia di atas 60 tahun sebanyak 57.630 calon jamaah.

Lebih lanjut Oscar menjelaskan, pemberian vaksinasi bagi jamaah haji akan tetap berdasarkan skema nasional vaksinasi Covid-19 yang telah menjadi acuan dalam pelaksanaan vaksinasi di Indonesia. Berdasarkan karakteristik jamaah haji, Kemenkes membaginya ke dalam dua kelompok besar, yaitu jamaah lanjut usia (lansia) dan kelompok masyarakat rentan, yaitu mereka yang melakukan perjalanan lintas negara dengan durasi masa terbang lebih dari tiga jam..

"Hanya yang memenuhi syarat tentunya vaksinasi yang akan memperoleh vaksinasi, seperti di kita juga seperti itu kalau ada komorbid tentunya tidak akan dilakukan vaksinasi, artinya jika jamaah tadi mengalami gangguan kesehatan adanya komorbid berat atau ada kontraindikasi pemberian vaksin maka penyuntikan tidak akan kita lakukan," terangnya.

Untuk diketahui sejak program vaksinasi diluncurkan oleh Presiden Jokowi pada Januari lalu sebanyak 1,4 juta tenaga kesehatan telah dialkukan vaksinasi. Sedangkan di tahap kedua ini sebanyak 17,4 juta petugas pelayanan publik dan 21,5 juta lansia masih dalam proses vaksinasi yang ditargetkan selesai pada April 2021 mendatang.

"Karena pemberian (vaksinasi) dua kali maka kita prediksi pada bulan April 2021 seluruh jemaah haji yang lansia yang sudah melunasi biaya perjalanan haji Insya Allah telah menerima vaksinasi secara lengkap. Karena memang skema yang kedua ini termasuk yang 21,5 juta itu adalah para lansia. Jadi saya yakin ter-record bahwa jamaah haji yang lansia pun termasuk di dalam kelompok ini," ucapnya.

Sementara untuk mereka yang bukan kelompok usia lansia akan masuk pada kelompok rentan yang ditargekan baru akan dimulai pada April dan selesai di bulan Mei 2021. Kemudian, Oscar juga memastikan data penerima vaksinasi Covid-19 untuk jamaah haji tidak akan terduplikasi. Kemenkes melaksanakan pencatatan berbasis kepada nomor induk kependudukan (NIK) bekerjasama dengan dirjen dukcapil di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Jadi kami sudah mendata ini yang dikategorikan ASN, para pedagang, kemudian dan seterusnya dengan kelompok-kelompok profesinya sudah kita catat dengan baik insya Allah tidak akan terjadi duplikasi, ganda karena kita merujuk kepada nomor induk kependudukan tadi single Identity," ucapnya.

photo
Lobi Penyelenggaran Haji 2021 ke Arab Saudi - (ihram.co.id)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA