Senin 15 Mar 2021 10:18 WIB

14 Korban Tanjakan Cae Masih Dirawat di RSUD Sumedang

Sebanyak enam korban kecelakaan masih menjalani perawatan di ruang ICU.

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Agus Yulianto
Ruang rawat inap RSUD Sumedang, Jawa Barat.
Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Ruang rawat inap RSUD Sumedang, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sebanyak 14 orang korban kecelakaan di Tanjakan Cae Jalan Wado-Malangbong, Kabupaten Sumedang pada Rabu (10/3) sore, masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang. Kecelakaan maut tersebut merenggut nyawa 29 orang dan belasan lainnya mengalami luka-luka ringan, sedang dan berat.

Humas RSUD Sumedang Dahlan mengatakan, sebanyak enam orang korban kecelakaan masih menjalani perawatan di ruang insentif care unit (ICU). Sedangkan korban lainnya mengalami luka sedang yang memerlukan tindakan seperti terkena patah tulang.

"Kondisi berat 6 pasien, total tersisa 14 orang yang sudah pulang 22 orang, meninggal 29 orang," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (15/3).

 

photo
Petugas mengevakuasi korban kecelakaan bus PO Sri Padma Kencana di Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (10/3). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
 
 

Dia berharap, seluruh korban terus membaik dan sehat serta tidak terdapat lagi yang meninggal dunia. Dahlan mengatakan, biaya pengobatan menjadi tanggung jawab pihak Jasa Raharja. Sedangkan jika sudah melebihi tenggat waktu yang ditentukan maka dapat menggunakan BPJS Kesehatan atau pun Kartu Indonesia Sehat. "Mudah-mudahan tidak bertambah (yang meninggal) berangsur sehat," ungkapnya.

Jajaran Polres Sumedang masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi untuk mengetahui penyebab kecelakaan bus tersebut. Selain itu, sejumlah pihak terkait dipanggil untuk memastikan tersangka dalam kasus tersebut.

Bus Sri Padma Kencana yang ditumpangi rombongan peziarah asal Kabupaten Subang sedang bertolak dari Tasikmalaya ke tempat asal. Namun, di tengah perjalanan di jalan alternatif tersebut mengalami kecelakaan diketahui jalan tidak direkomendasikan untuk dilintasi bus besar. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement