Ahad 14 Mar 2021 22:05 WIB

Junta Kembali Bunuh 7 Demonstran di Myanmar

Junta kembali bunuh 7 demonstran di Myanmar

Militer Mynmar
Foto: Anadolu Agency
Militer Mynmar

IHRAM.CO.ID, YANGON, Myanmar -- Setidaknya tujuh orang demonstran kembali ditembak mati oleh pasukan keamanan rezim junta militer Myanmar pada hari Minggu.

Enam dari mereka tewas di ibukota komersial kota Yangon, menurut saksi mata dan laporan media lokal.

“Tiga orang ditembak di kepala oleh tentara. Orang keempat yang terluka meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit,” kata Zay Phyo, salah satu pemimpin demonstrasi di Hlaing Thar Yar, kota terpadat di Yangon.

Ada banyak pasukan keamanan di sekitar lokasi protes di daerah itu sejak Minggu pagi.

Beberapa orang lagi terluka ketika pasukan menembakkan gas air mata, granat kejut, peluru karet, dan peluru tajam dalam upaya untuk membubarkan kerumunan dan menghilangkan barikade darurat yang dipasang oleh warga sipil di jalan utama di daerah tersebut.

"Kami telah mengantisipasi tindakan keras seperti itu dan telah bersiap untuk membela diri kami sendiri sebanyak yang kami bisa," kata Phyo, menekankan bahwa pengunjuk rasa masih menahan diri.

Seorang petugas dari penyelamat demonstran mengatakan setidaknya tiga mayat diambil dari daerah tersebut.

"Kami telah melihat beberapa orang dengan luka tembak, jadi jumlah kematian sangat mungkin meningkat," kata petugas itu kepada Anadolu Agency melalui telepon.

Foto yang beredar di media sosial menunjukkan setidaknya lima truk penuh dengan pasukan melintasi jembatan menuju Hlaing Thar Yar, dengan asap hitam terlihat di kejauhan.

Seorang saksi mata di kota Insein, yang terletak di sebelah Hlaing Thar Yar, mengatakan pasukan menghancurkan barikade darurat yang dipasang oleh pengunjuk rasa dan membakar ban saat mereka melewati daerah itu.

The Irrawaddy, situs berita lokal terkemuka, melaporkan bahwa dua orang lagi tewas di kota Twantae Yangon.

Seorang lain tewas setelah ditembak di kepala di kota Pyay, sebuah kota di Myanmar tengah, menurut kantor berita tersebut.

Demonstrasi menentang terus berlangsung di seluruh Myanmar menentang kudeta oleh kelompok militer pada 1 Februari.

Hampir 90 orang telah terbunuh oleh pasukan sejauh ini, dengan lebih dari 2.000 orang ditahan di seluruh negara itu.

Dalam pidato video di media sosial pada Sabtu malam, Mann Win Khaing Than, seorang anggota senior partai Penasihat Negara Aung San Suu Kyi yang digulingkan, mendesak warga Myanmar untuk melanjutkan perlawanan mereka terhadap junta militer.

Dalam persembunyiannya bersama dengan legislator lainnya sejak kudeta, dia pada pekan lalu ditunjuk sebagai wakil presiden oleh Komite Mewakili Pyidaungsu Hluttaw (CRPH), yang dibentuk oleh anggota parlemen dari Liga Nasional Suu Kyi untuk Demokrasi (NLD).

"Ini adalah saat tergelap bangsa dan saat fajar sudah dekat," katanya, memberi tahu para pendukung bahwa pemerintah sipil akan mencari cara untuk membuat undang-undang yang diperlukan sehingga orang memiliki hak untuk membela diri dari militer.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement