Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Mantan Menteri Pakatan Harapan Membelot Dukung Pemerintah

Sabtu 13 Mar 2021 17:51 WIB

Red: Teguh Firmansyah

PM Malaysia Muhyiddin Yassin

PM Malaysia Muhyiddin Yassin

Foto: EPA
PKR menilai ada usaha terencana dari menarik dukungan oposisi.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Mantan menteri koalisi Pakatan Harapan (PH) dari Partai Keadilan Rakyat (PKR) Datuk Dr Xavier Jayakumar membelot dengan mendukung pemerintahan Perdana Menteri Tan Sri Muhyidin Yassin. Berdasarkan surat yang beredar di Kuala Lumpur, Sabtu, Xavier telah mengirimkan surat kepada ketua parlemen Datuk Azhar Bin Azizan tentang pemberitahuan sebagai anggota parlemen bebas.

Anggota parlemen dari Kuala Langat tersebut menyatakan terhitung Jumat (12/3) dirinya membuat keputusan mendukung blok pemerintah. Xavier Jayakumar pernah menjabat sebagai Menteri Air, Tanah dan Sumber Daya Alam Malaysia pada era pemerintahan Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

Membelotnya Xavier mengundang reaksi negatif dari koleganya di partai pimpinan Dato' Seri Anwar Ibrahim tersebut."Keputusan yang Datuk Dr Xavier Jayakumar pagi ini terjadi dengan latarbelakang pernyataan saya beberapa Minggu lalu bahwa ada usaha tersusun oleh pemerintah minoritas untuk menarik dukungan anggota-anggota parlemen oposisi dengan cara umpan menggunakan Polisi Diraja Malaysia (PDRM), Lembaga Hasil Dalam Negeri (LHDN) dan SPRM (KPK)," ujar Sekjen PKR, Saifuddin Nasution Ismail.

Xavier baru-baru ini telah bertemu pimpinan PKR menginformasikan bahwa pihak SPRM menjadikan dirinya sasaran investigasi setelah SPRM sebelumnya menahan sekretaris politik, pembantu pribadi dan beberapa kenalannya terkait satu kasus yang sedang berjalan."Dr Xavier kemudian dihubungi seorang menteri senior yang menyatakan beliau perlu mendukung Perikatan Nasional atau menghadapi akibat yang serius," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA