Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Korsel Perluas Aturan Jaga Jarak

Jumat 12 Mar 2021 10:53 WIB

Red: Ani Nursalikah

Korsel Perluas Aturan Jaga Jarak. Seorang pekerja medis menerima dosis vaksin Pfizer BioNTech COVID-19 di pusat vaksinasi National Medical Center di Seoul Sabtu, 27 Februari 2021. Korea Selatan mulai memvaksinasi puluhan ribu pekerja di rumah sakit garis depan pada hari kedua program imunisasi masalnya.

Korsel Perluas Aturan Jaga Jarak. Seorang pekerja medis menerima dosis vaksin Pfizer BioNTech COVID-19 di pusat vaksinasi National Medical Center di Seoul Sabtu, 27 Februari 2021. Korea Selatan mulai memvaksinasi puluhan ribu pekerja di rumah sakit garis depan pada hari kedua program imunisasi masalnya.

Foto: Song Kyung-Seok / Pool via AP
Korsel mengantisipasi kemungkinan gelombang keempat infeksi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Korea Selatan (Korsel) akan memperpanjang aturan jaga jarak dengan larangan pertemuan pribadi lebih dari empat orang. "Langkah itu sebagai upaya membasmi kemungkinan gelombang keempat infeksi Covid-19," ujar Perdana Menteri Korsel Chung Sye-kyun, Jumat (12/3).

Pengumuman pada pertemuan pemerintah datang ketika Korsel telah meningkatkan upaya imunisasi. Korsel mengizinkan penggunaan vaksin virus corona AstraZeneca untuk orang-orang berusia 65 tahun ke atas dalam upaya menginokulasi 70 persen dari 52 juta penduduknya pada September.

Negara tersebut telah memberikan 546.277 dosis vaksin Covid-19 pada Kamis tengah malam, kata Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA), termasuk vaksin AstraZeneca dan Pfizer-BioNTech. Chung mengatakan jumlah kasus Covid-19 yang dikonfirmasi setiap hari stagnan, berkisar antara 300 dan 400 selama delapan minggu terakhir.

Baca Juga

Korsel melaporkan 488 kasus baru Covid-19 pada Kamis, tertinggi dalam tiga minggu. Korsel sejauh ini melaporkan total 94.686 infeksi, dengan 1.662 kematian.

Perdana Menteri memperingatkan risiko konstan infeksi klaster di wilayah Seoul yang lebih besar, di mana gelombang ketiga dimulai. Lebih dari 60 persen infeksi tercatat di ibu kota dan daerah sekitarnya, menurut KDCA. "Kami menyadari warga mulai bosan dengan jaga jarak yang berlarut-larut. Mundur dari langkah-langkah pencegahan virus dapat menyebabkan gelombang keempat infeksi," kata Chung.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA