Jumat 12 Mar 2021 09:02 WIB

Operasional KA Jarak Jauh Naik 9 Persen

KAI hanya menjual 70 persen tempat duduk dari kapasitas maksimal.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Andi Nur Aminah
Sejumlah penumpang kereta api menggunakan layanan kereta api yang disediakan di Stasiun Pasar Turi, Surabaya, Jawa Timur (ilustrasi)
Foto: ANTARA/Didik Suhartono
Sejumlah penumpang kereta api menggunakan layanan kereta api yang disediakan di Stasiun Pasar Turi, Surabaya, Jawa Timur (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada periode 10-14 Maret 2021, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengoperasikan 460 kereta api (KA) jarak jauh. VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan angka tersebut meningkat sembilan persen dibandingkan pekan sebelumnya yang hanya 421 KA jarak jauh.

“Peningkatan ini bertujuan untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan masyarakat yang akan menggunakan kereta api,” kata Joni dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (11/3).

Baca Juga

Meskipun begitu, Joni memastikan, KAI hanya menjual 70 persen tempat duduk dari kapasitas maksimal untuk menciptakan jaga jarak fisik. Jumlah tempat duduk KA Jarak Jauh yang KAI sediakan pada periode tersebut adalah sebanyak 192 ribu tempat duduk.

Pada keberangkatan 10 Maret 2021, KAI melayani 36.105 pelanggan KA jarak jauh. Pada periode tersebut, rute favorit penumpang yakni Jakarta-Yogyakarta dan Jakarta-Semarang. "Tiket untuk akhir pekan ini masih tersedia dan dapat dipesan di KAI Access, kai.id, dan berbagai channel penjualan lainnya,” tutur Joni.

Joni mengimbau calon penumpang agar mempersiapkan persyaratan untuk naik KA jarak jauh sesuai ketentuan dari pemerintah. Khusus untuk keberangkatan pada hari libur keagamaan Isra Miraj pada 11 Maret 2021 dan Hari Raya Nyepi 14 Maret 2021 diwajibkan menunjukkan surat keterangan negatif Genose atau Rapid Test Antigen atau RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal satu hari sebelum keberangkatan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement