Kamis 11 Mar 2021 19:17 WIB

Bantul Mulai Longgarkan Pembatasan Covid-19

Pelonggaran pembatasan seiring penyuntikan vaksin Covid-19 di Bantul

Red: Nur Aini
Presiden RI Joko Widodo (kanan) berdialog dengan seniman saat meninjau vaksinasi untuk seniman di Padepokan Seni Bagong Kussudihardjo, Bantul, Rabu (3/10/2021). Dalam kunjungan itu Presiden Joko Widodo menyaksikan secara langsung proses vaksinasi COVID-19 bagi seniman di Yogyakarta.
Foto: ANTARA/Diaz Firmansyah
Presiden RI Joko Widodo (kanan) berdialog dengan seniman saat meninjau vaksinasi untuk seniman di Padepokan Seni Bagong Kussudihardjo, Bantul, Rabu (3/10/2021). Dalam kunjungan itu Presiden Joko Widodo menyaksikan secara langsung proses vaksinasi COVID-19 bagi seniman di Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mulai melonggarkan pembatasan kegiatan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 seiring pelaksanaan vaksinasi atau penyuntikan vaksin sinovac kepada masyarakat digencarkan pemerintah.

"Pembatasan kegiatan masyarakat itu kan sampai 22 Maret, setelah itu nanti kita evaluasi, dan sekarang ini kan sudah mulai kita longgarkan biasanya pertemuan itu dibatasi 50 orang, sekarang memungkinkan sampai 100 orang," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, Kamis (11/3).

Baca Juga

Menurut dia, pelonggaran pembatasan kegiatan masyarakat tersebut diharapkan dapat menggeliatkan kembali bagi para pelaku seni baik seniman dan budayawan yang selama ini terdampak pembatasan, mengingat mereka yang paling banyak berhadapan dengan publik. Apalagi, para seniman dan budayawan di DIY mulai menjalani kegiatan vaksinasi Covid-19 massal dari pemerintah, yang dimulai pada Rabu (10/3) di Padepokan Seni Bagong Kussudiarja Bantul dan langsung ditinjau oleh Presiden Jokowi bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

"Kemudian untuk hajatan-hajatan rakyat yang semula tidak boleh ada pertunjukan, sekarang boleh dengan pertunjukan terbatas seperti elekton, jadi sudah mulai perlahan kita longgarkan seiring vaksinasi yang semakin luas," katanya.

Bupati juga mengatakan, saat ini di Bantul vaksinasi sudah menyasar pada pelayan publik aparatur sipil negara (ASN) dan seniman budayawan setelah tahap tenaga kesehatan selesai, selanjutnya pelaksanaan vaksinasi sesuai dengan droping vaksin dari pusat, dan rencananya untuk semua penduduk.

"Jadi kalau seniman dan budayawan yang menghendaki vaksin bisa menghubungi Kepala Dinas Kesehatan, jadi itu hanya pembukaan vaksinasi untuk pelaku seni, karena pelaku seni yang paling banyak berhadapan dengan publik," katanya.

Vaksinasi Covid-19 bertujuan menekan penularan dan meningkatkan angka kesembuhan, dan meningkatkan kekebalan imun yang akan terbentuk, meski begitu pemerintah meminta mereka yang divaksin tetap menjalankan protokol kesehatan dalam setiap beraktivitas.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement