Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Netanyahu Batalkan Kunjungan ke Uni Emirat Arab

Kamis 11 Mar 2021 19:11 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

 Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu

Foto: AP/Reuven Castro/Walla Pool
Belum diketahui alasan kunjungan Netanyahu dibatalkan.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Stasiun televisi Israel, Kan melaporkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu batalkan rencana kunjungan ke Uni Emirat Arab (UEA). Belum diketahui alasan kunjungan tersebut dibatalkan.

Sebelumnya Aljazirah melaporkan kunjungan itu digelar untuk menunjukkan kedekatan Israel dengan negara Arab Teluk tersebut. Pemerintah Israel mengkonfirmasi kunjungan bersejarah ini untuk mempererat hubungan diplomasi kedua negara.

Baca Juga

Aljazirah melaporkan kunjungan tersebut untuk mendorong terpilihnya kembali Netanyahu dalam pemilihan mendatang. Ia bersaing ketat dalam pemilihan tersebut dan berharap kunjungan itu dapat membantunya memenangkan pemilihan.

Kan melaporkan rencananya Netanyahu bertemu Putra Mahkota UEA Pangeran Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan. Stasiun televisi Israel itu melaporkan ada kemungkinan Putra Mahkota Arab Saudi Pangera Mohammed bin Salman (MBS).

Namun, pejabat Arab Saudi yang tak disebutkan namanya membantah laporan tersebut. Israel melaporkan Netanyahu seharusnya akan bertemu dengan Sheikh Mohammed bin Zayed di bandara Abu Dhabi.

Pada bulan September tahun lalu, Israel menetapkan hubungan resmi dengan UEA dan Bahrain dalam kesepakatan yang ditengahi Amerika Serikat. Ketiga negara itu memiliki kekhawatiran yang sama mengenai Iran.

Dalam kesepakatan yang ditengahi pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump itu Israel menahan rencana aneksasi Tepi Barat yang Palestina anggap sebagai wilayah negara mereka di masa depan. Israel dan empat negara Arab lainnya mengumumkan kerja sama di bidang pariwisata, penerbangan dan membuka kedutaan besar di masing-masing negara.

Arab Saudi yang sangat berpengaruh di Timur Tengah menyambut baik pemulihan hubungan. Tapi mereka sendiri belum mengakui Israel. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA