Legislator Sayangkan Sikap UGM Mundur dari Vaksin Nusantara

Peneliti UGM menyatakan mundur karena tak dilibatkan dalam proses uji klinis vaksin.

Kamis , 11 Mar 2021, 13:15 WIB
Penelitian vaksin corona. Ilustrasi
Foto: Antara/Umarul Faruq
Penelitian vaksin corona. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo menyayangkan sikap Universitas Gadjah Mada (UGM) yang mengundurkan diri dari penelitian Vaksin Nusantara. Menurutnya pengunduran diri tersebut tidak perlu disampaikan ke media.

"Ya saya juga kritik kepada UGM itu kan nggak perlu juga disampaikan ke media, disampaikan aja kepada kepala kantor ketua koordinator itu kan lebih elok," kata Rahmad kepada Republika.co.id, Kamis (11/3). 
 
Ia berharap agar seluruh elemen bangsa, termasuk UGM ikut memberikan masukan dalam pengembangan Vaksin Nusantara. Politikus PDI Perjuangan itu berpandangan, langkah pengunduran diri tersebut justru hanya memunculkan pertanyaan di masyarakat. 
 
"Nah ini kan masyarakat jadi kasihan, masyarakat jadi menanti masyarakat menjadi bingung kalau sesuatu sudah gaduh duluan," ungkapnya.
 
Ia meminta seluruh pihak bisa saling berkoordinasi. Di tengah pandemi ini semua pihak diminta untuk jangan saling menunggu, tetapi harus saling berlomba.
 
"Ayo kita lari cepat-cepat, ayo berlomba untuk masa pandemi ini, jangan menunggu, jangan ini kemudian tiba-tiba mengundurkan diri," tuturnya.
 
Sebelumnya Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM mengajukan pengunduran diri dari tim penelitian uji klinis vaksin sel dendritik SARS-Cov-2 atau Vaksin Nusantara. Mereka mengaku peneliti UGM sejauh ini tidak dilibatkan dalam proses uji klinis, termasuk penyusunan protokol.  

"Belum ada keterlibatan sama sekali. Kita baru tahu saat itu muncul di media massa bahwa itu dikembangkan di Semarang, kemudian disebutkan pengembangannya melibatkan tim dari UGM," kata Wakil Dekan FKKMK UGM, dr Yodi Mahendradhata, Senin (8/3).