Kamis 11 Mar 2021 11:36 WIB

Kota Sukabumi Gencarkan Pekan Akselerasi Vaksin Covid-19

Dalam satu minggu ditargetkan sebanyak 9 ribu orang pelayan publik dapat divaksinasi.

Rep: riga nurul iman/ Red: Hiru Muhammad
Guru SMA sederajat di Kota Sukabumi menjalani vaksinasi Covid-19 di Gedung Juang 45, Kota Sukabumi, Kamis (11/3).
Foto: riga nurul iman
Guru SMA sederajat di Kota Sukabumi menjalani vaksinasi Covid-19 di Gedung Juang 45, Kota Sukabumi, Kamis (11/3).

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Kota Sukabumi terus menggencarkan upaya vaksinasi Covid-19 tahap dua. Caranya dengan menggiatkan pekan akselerasi percepatan cakupan vaksinasi Covid-19. Misalnya pada Kamis (11/3) ribuan guru tingkat SMA sederajat dan dosen perguruan tinggi di Kota Sukabumi mendapatkan vaksin Covid-19 di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi.

'' Kami menggulirkan Minggu akselerasi percepatan cakupan vaksinasi Covid-19,'' ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi Lulis Delawati kepada Republika, Kamis (11/3).

Dalam satu minggu ditargetkan sebanyak 9 ribu orang pelayan publik dapat divaksinasi. Sasaran yang divaksin adalah pelayan publik mulai guru TK, PAUD, madrasah, SD, SMP, SMA, guru informal, dan dosen.

Total jumlah guru yang divaksin sebanyak 6.004 orang. Jumlah ini ditambah dengan vaksinasi yang disebar di enam rumah sakit untuk pegawai BUMD, BUMN, instansi vertikal, dan lain sebagainya.

Menurut Lulis, untuk vaksinasi para guru dilakukan di Gedung Juang 45. Dalam sehari ditargetkan sebanyak 1.200 orang guru yang divaksin Covid-19.

Lulis menerangkan, vaksinasi Covid-19 ini akan dilanjutkan pada pekan depan dengan sasaran para atlit olahraga dan pedagang pasar serta perangkat kelurahan di dalamnya RT dan RW. Sejumlah upaya ini diharapan berjalan dengan lancar.Salah seorang guru SMK di Kota Sukabumi Indra Wiguna menyambut baik vaksinasi Covid-19 yang menyasar para guru. " Harapannya yang divaksin bukan hanya pegawai negeri bisa ke masyarakat luas," ujar dia.

Setelah vaksinasi guru tuntas kata Indra, harapannya proses belajar tatap muka bisa segera dilakukan. Sehingga sekolah bisa berjalan dengan normal karena tuntasnya program vaksinasi.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement