Kamis 11 Mar 2021 12:08 WIB

Migrasi Penyiaran Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital

Pasar digital dalam negeri dari berbagai platform aplikasi daring mampu meraup untung

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya
Pemanfaatan teknologi digital di bidang ekonomi meningkat pesat saat pandemi Covid-19.
Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Pemanfaatan teknologi digital di bidang ekonomi meningkat pesat saat pandemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebut implementasi Undang-Undang (UU) Cipta Kerja pasal migrasi penyiaran dari terestrial ke digital atau Analog Switch Off (ASO) berpotensi menjadikan jaringan telekomunikasi lebih baik. Hal ini berpotensi terbuka peluang besar mendapatkan keuntungan secara finansial melalui ruang digital.

Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika (PPI) Kominfo Ahmad M Ramli mengatakan implementasi ini meningkatkan keuntungan ekonomi. "Misalnya setiap kenaikan 10 persen pada kualitas broadband internet, maka akan ada dampak sekitar 1,25 persen untuk pertumbuhan ekonomi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (11/3).

Menurutnya di tengah kondisi masih maraknya virus Covid-19 dapat dijadikan sebagai contoh pentingnya peran telekomunikasi yang berkualitas pada sektor perekonomian, khususnya ekonomi digital. Terlebih saat pusat perbelanjaan sepi dan lesu dari pengunjung.

Namun, pasar digital dalam negeri dari berbagai platform aplikasi daring mampu meraup untung yang terbilang besar. Hal ini terbukti transaksi dari sektor perdagangan digital melonjak dengan tajam.

"Kita rasakan ketika semua orang berhenti berkegiatan. Mal dan tempat wisata tutup tapi yang namanya perdagangan online jalan terus karena adanya internet," ucapnya.

Tak hanya itu, jaringan kualitas yang semakin bagus juga akan membuka peluang pekerjaan bagi berbagai elemen masyarakat beberapa waktu ke depan. Kemudian kesempatan mendapatkan kerja akan terbuka lebar kepada para masyarakat dengan berbagai latar belakang pendidikan.

“ASO akan membuat jaringan broadband internet dalam negeri semakin berkualitas karena akan menyediakan pita frekuensi yang cukup lebar, untuk memenuhi kebutuhan jaringan 5G yang cukup besar,” ucapnya.

“Hal itu disebabkan, pita frekuensi yang diperuntukkan bagi televisi analog yang sangat besar dapat dipangkas menjadi lebih sedikit. Sisa pita frekuensi dari hal di atas, dapat dipergunakan sebagai wadah dari jaringan berkualitas 5G ke depannya,” ucapnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement