Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Meneladani Nabi dalam Misi Perjalanan Suci

Kamis 11 Mar 2021 10:23 WIB

Red: Agung Sasongko

Isra dan Miraj (ilustrasi).

Foto:
Dalam konteks kekinian, pelajaran yang dapat diambil dari Isra' Miraj itu masih ada.

 

3. Kabar Gembira dari Kesedihan

Kita tahu bersama, Nabi Muhammad saw pada periode Mekkah baru memiliki pengikut (sahabat) sedikit. Dakwah yang disampaikan juga selalu mendapatkan rintangan dan halangan dari kaum kafir Mekkah. Tak jarang Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya mendapatkan intimidasi, diskriminasi, bahkan embargo. 

Nabi semulia Nabi Muhammad SAW dilanda kesedihan dan duka yang mendalam, tatkala pada tahun yang sama, paman yang merawat dan melindunginya sejak kecil, yakni Abu Thalib dan Khadijah sebagi istri tercinta Nabi tutup usia. 

Allah SWT tidak akan memberi cobaan kepada hamba-NYA dengan cobaan yang di luar batas kemampuan manusia. Di tengah kabut kepedihan dan kesedihan yang melanda Rasulullah SAW, Allah mengajak Nabi yang pada saat itu berusia 50 tahun untuk refreshing sejenak lewat cara ‘merekreasikan’ Nabi Muhammad dari Masjid al-Haram Mekkah menuju Baitul Maqdis, dengan menaiki Buraq.

Selain itu, setelah Nabi Muhammad saw menempuh perjalanan ke langit, Allah ingin memberi gambaran kepada Nabi Muhammad saw terkait balasan keyakinan kepada Allah. Dalam hal ini, Allah memberikan hadiah Nabi Muhammad saw berapa ibadah salat yang juga diperuntukkan kepada seluruh manusia.

Kesedihan kita hari ini, betapapun, masalah kita hari ini, berapapun, yakinlah bahwa Allah akan menolong dan memberi jalan keluar yang terbaik. Hal yang terpenting adalah selalu yakin bahwa Allah akan menolong disaat yang tepat.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA