Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Meneladani Nabi dalam Misi Perjalanan Suci

Kamis 11 Mar 2021 10:23 WIB

Red: Agung Sasongko

Isra dan Miraj (ilustrasi).

Foto:
Dalam konteks kekinian, pelajaran yang dapat diambil dari Isra' Miraj itu masih ada.

Hikmah Misi Suci untuk Hidup Masa Kini

Dalam konteks kekinian, pelajaran yang dapat diambil dari Isra' Miraj itu masih ada. Kisah itu lahir, secara pribadi, untuk Nabi Muhammad saw. Namun, secara umum, untuk seluruh manusia, khususnya umat Islam, di dunia.

Hikmah Isra' Miraj itu saya membaginya, sedikitnya ada tiga hal:

1. Turunnya Perintah Salat

Nabi Muhammad saw, setelah peristiwa Isra' Miraj, mendapat perintah dari Allah berupa kewajiban salat. Melalui bekal ini, kesempurnaan Nabi Muhammad saw sebagai nabi sekaligus rasul, menjadi pasti. Juga sebagai nabi penutup dari para nabi, menjadi bukti.   

Allah memberikan kewajiban salat itu juga pada hakikatnya adalah kebutuhan mutlak untuk mewujudkan manusia seutuhnya, kebutuhan yang tidak hanya meliputi akal pikiran, tetapi jiwa manusia. Salat menjadi pintu gerbang yang menghubungkan manusia dengan Allah. Salatlah menjadi pembeda antara manusia yang beragama Islam, dan juga manusia yang beragama non-Islam. 

Di lain sisi, Isra’ Miraj menjadi tantangan bagi umat Islam dalam meyakini agama dan jalan hidup mereka secara menyeluruh. Percaya atau tidaknya seseorang terhadap peristiwa ini tidak berpengaruh pada Allah dan ajaran-Nya. 

Namun, orang yang mendapatkan hikmah akan lebih dalam keyakinannya kepada Allah. Salat menjadi ibadah yang pokok dalam Islam. Ibadah spiritual ini hubungannya langsung dengan Allah. Sebaik apapun amal perbuatan, namun jika tidak diimbangi dengan salat, maka tidak ada artinya.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA