Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

AS Pertahankan Klaim China Lakukan Genosida terhadap Uighur

Kamis 11 Mar 2021 00:13 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mempertahankan penilaian tentang adanya genosida terhadap Muslim Uighur di Xinjiang, China.

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mempertahankan penilaian tentang adanya genosida terhadap Muslim Uighur di Xinjiang, China.

Foto: EPA-EFE/KEVIN DIETSCH
Pemerintahan Joe Biden mendukung penilaian pemerintahan Donald Trump soal China

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mempertahankan penilaian tentang adanya genosida terhadap Muslim Uighur di Xinjiang, China. Pemerintahan Donald Trump sebelumnya telah menyatakan adanya tindakan demikian.

"Kami tidak mengetahui bahwa kekejaman (terhadap Muslim Uighur) telah berakhir," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price dalam konferensi pers pada Selasa (9/3), dikutip laman Anadolu Agency.

Baca Juga

Dia ingat Menteri Luar Negeri Antony Blinken dan mantan menteri luar negeri Mike Pompeo telah sepakat bahwa genosida telah terjadi di Xinjiang. "Kami benar-benar mendukung (penilaian Pompeo soal adanya genosida di Xinjiang)," ujar Price.

Hal itu menjadi alasan mengapa pemerintahan Biden mempertahankan penilaian terkait Xinjiang. "Kami tidak melihat apa pun yang akan mengubah penilaian kami," kata Price.

Pada 19 Januari, sesaat sebelum pemerintahan Donald Trump berakhir, Pompeo merilis penilaian perihal kondisi Muslim Uighur di Xinjiang. Ia mengatakan China melakukan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait perlakuannya kepada Muslim Uighur dan etnis minoritas lainnya di Xinjiang. "Saya yakin genosida ini sedang berlangsung, dan kami menyaksikan upaya sistematis untuk menghancurkan Uighur oleh negara partai China," kata Pompeo kala itu.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA