Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Wijnaldum: Liga Champions dapat Selamatkan Musim Liverpool 

Rabu 10 Mar 2021 18:50 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Georginio Wijnaldum.

Georginio Wijnaldum.

Foto: AP/Peter Powell/Pool EPA
Kiprah Liverpool di Liga Primer Inggris sangat suram.

REPUBLIKA.CO.ID, MERSEYSIDE -- Gelandang Liverpool Georginio Wijnaldum mengatakan Liga Champions akan menyelamatkan Liverpool musim ini. The Reds akan berhadapan dengan RB Leipzig pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Puskas Arena, Budapest, Rumania pada Kamis (11/3) dini hari WIB. 

Setelah penampilan yang buruk di liga domestik, The Reds akan berharap untuk membalikkan keadaan di kompetisi Eropa. Wijnaldum telah bermain dalam 38 dari 40 pertandingan Liverpool musim ini. Dengan masalah cedera yang melanda klub tahun ini, pemain internasional Belanda itu harus tetap konstan di 11 pertama.

Menurut Wijnaldum, sukses di Liga Champions bisa menyelamatkan musim mereka. "Tentu saja Liga Champions dapat menyelamatkan musim ini, tetapi saya pikir banyak orang hanya mengatakan itu diselamatkan jika Anda memenangkan Liga Champions dan semua orang tahu betapa sulitnya itu," kata Wijnaldum dikutip dari Balls, Rabu (10/3). 

Liverpool mempertahankan keunggulan tandang 2-0 atas RB Leipzig pada leg pertama. Wijnaldum dan rekan satu timnya sadar akan performa terbaru mereka, dan ingin membalikkan keadaan. 

"Akan ada tekanan untuk bangkit kembali dan menunjukkan bahwa kami bisa melakukan yang lebih baik. Kami ingin tampil lebih baik tetapi kami harus menunjukkannya. Itu sangat menghantam kami. Pastinya, semua orang bisa melihatnya," kata dia. 

Tumbang dari Fulham pada akhir pekan membuat Liverpool mengalami kekalahan keenam berturut-turut di Anfield, semacam benteng di masa lalu bagi klub. Meskipun baru-baru ini kehilangan kapten klub Jordan Henderson, Wijnaldum dan rekan-rekannya tidak percaya bahwa itu terjadi karena banyaknya pemain yang cedera. 

"Saat kami menganalisis permainan, itu membuat kami semakin marah karena kami bisa melihat bahwa kami bisa bermain jauh lebih baik. Tetapi situasi yang kami hadapi dalam pertandingan di mana kami kebobolan gol tidak ada hubungannya dengan cedera. Itulah yang pada dasarnya membuat kami paling kecewa," kata pemain asal Belanda ini.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA