Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

In Picture: 7 Jenis Rasa Lapar yang Wajib Diketahui

Kamis 11 Mar 2021 14:58 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Berdasarkan sebuah studi, melewatkan makan malam bisa menaikkan berat badan (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Salah mengidentifikasi lapar bisa membuat orang makan lebih banyak dari seharusnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rasa lapar diidentifikasikan sebagai keinginan kuat untuk makan. Padahal terkadang rasa lapar dikendalikan oleh pikiran, emosi dan hanya sensasi semata.

Mengontrol makanan yang masuk ke dalam tubuh dapat menghindari masalah penyakit kronis, gangguan tidur hingga depresi. Untuk itu penting mengetahui jenis rasa lapar sebelum menyantap seluruh makanan demi memuaskan keinginan semata.

Baca Juga

Berikut adalah beberapa jenis rasa lapar menurut Boldsky:

Lapar pikiran

Lapar pikiran dikaitkan dengan pikiran kita sendiri yang sering muncul seperti, "karena hari ini sedih, maka harus makan es krim". Lapar ini biasanya dipengaruhi oleh suasana hati dan pikiran.

Ini juga mencakup pikiran seperti, "Saya harus menurunkan karbohidrat jadi harus makan lebih banyak protein."

Hal buruk tentang kelaparan pikiran adalah pikiran berubah dan begitu juga preferensi makanan. Pikiran kita sering berubah karena dipengaruhi oleh tips nutrisi dari para ahli atau tips diet, pada akhirnya justru banyak kebutuhan tubuh yang tidak terpenuhi.

Yang harus dilakukan adalah coba untuk mengenali rasa lapar, apakah Anda makan karena disarankan ahli gizi, demi memuaskam keinginan atau memang sudah waktunya makan?

Lapar hati

Rasa lapar hati sering disebut dengan makan emosional yang berarti bisa positif atau negatif. Sering kali, Anda makan sebagai respons terhadap emosi negatif karena mengira makanan akan membantu mengisi kekosongan di hati atau menghindari perasaan menyakitkan itu untuk saat ini.

Contoh lainnya adalah menyantap makanan saat Anda ingin mengingat kenangan dengan orang tertentu. Misalnya, mendambalan masakan nenek atau ibu untuk merasakan kembali kebahagiaan masa kecil.

Yang harus dilakukan adalah atasi emosi Anda dengan cara yang sehat, daripada mencari makanan setiap kali Anda bahagia, sedih, atau bernostalgia. Lakukanlah aktivitas fisik atau berkumpul dengan teman-teman.

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rasa lapar diidentifikasikan sebagai keinginan kuat untuk makan. Padahal terkadang rasa lapar dikendalikan oleh pikiran, emosi dan hanya sensasi semata.

Mengontrol makanan yang masuk ke dalam tubuh dapat menghindari masalah penyakit kronis, gangguan tidur hingga depresi. Untuk itu penting mengetahui jenis rasa lapar sebelum menyantap seluruh makanan demi memuaskan keinginan semata.

Baca Juga

Berikut adalah beberapa jenis rasa lapar menurut Boldsky:

Lapar pikiran

Lapar pikiran dikaitkan dengan pikiran kita sendiri yang sering muncul seperti, "karena hari ini sedih, maka harus makan es krim". Lapar ini biasanya dipengaruhi oleh suasana hati dan pikiran.

Ini juga mencakup pikiran seperti, "Saya harus menurunkan karbohidrat jadi harus makan lebih banyak protein."

Hal buruk tentang kelaparan pikiran adalah pikiran berubah dan begitu juga preferensi makanan. Pikiran kita sering berubah karena dipengaruhi oleh tips nutrisi dari para ahli atau tips diet, pada akhirnya justru banyak kebutuhan tubuh yang tidak terpenuhi.

Yang harus dilakukan adalah coba untuk mengenali rasa lapar, apakah Anda makan karena disarankan ahli gizi, demi memuaskam keinginan atau memang sudah waktunya makan?

Lapar hati

Rasa lapar hati sering disebut dengan makan emosional yang berarti bisa positif atau negatif. Sering kali, Anda makan sebagai respons terhadap emosi negatif karena mengira makanan akan membantu mengisi kekosongan di hati atau menghindari perasaan menyakitkan itu untuk saat ini.

Contoh lainnya adalah menyantap makanan saat Anda ingin mengingat kenangan dengan orang tertentu. Misalnya, mendambalan masakan nenek atau ibu untuk merasakan kembali kebahagiaan masa kecil.

Yang harus dilakukan adalah atasi emosi Anda dengan cara yang sehat, daripada mencari makanan setiap kali Anda bahagia, sedih, atau bernostalgia. Lakukanlah aktivitas fisik atau berkumpul dengan teman-teman.

 

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES