Saturday, 22 Muharram 1444 / 20 August 2022

Tinggalkan Newcastle, Pangeran Arab Dilaporkan Bidik Inter

Rabu 10 Mar 2021 10:55 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Israr Itah

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

Foto: AP Photo/Jacquelyn Martin
PIF Arab Saudi dilaporkan sedang menjalin pembicaraan dengan Suning.

REPUBLIKA.CO.ID, SAN SIRO -- Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi pimpinan Pangeran Mohammed Bin Salman dilaporkan menyerah mengejar kesepakatan untuk mengakuisisi klub Liga Inggris Newcastle United sebagaimana dilansir dari Shields Gazette, Rabu (10/3). PIF Arab Saudi dilaporkan sedang menjalin pembicaraan dengan Suning Group guna menjajaki potensi membeli saham mayoritas Inter Milan.

Inter terbeban utang lebih dari 600 juta poundsterling (Rp 12 triliun), Suning membandrol asetnya itu sekitar 850 juta poundsterling (Rp 17 triliun). PIF dikabarkan tertarik menjalin kesepakatan dengan Suning dan kini pembicaraan sedang berlangsung.

Baca Juga

PIF Arab Saudi sebelumnya nyaris membeli Newcastle United dalam konsorsium bersama Amanda Stevaley dan Reuben Brothers. AKan tetapi, langkah mereka akhirnya gagal karena berbagai faktor. Pemilik Newcastle Mike Ashley dikabarkan sedang mencoba menghidupkan kembali kesepakatan dengan konsorsium tersebut.

Arbitrase dengan Liga Primer dijadwalkan menggelar pembicaraan untuk menemukan solusi positif dengan Ashley yang masih berniat menjual Newcastle. Pembicaraan ini akan melibatkan Amanda Stevaley dan Reuben Brothers.

PIF Arab Saudi yang didalamnya ada Pangeran Arab Saudi Mohammed Bin Salman batal mengakuisisi the Magpes setelah melalui proses panjang. Awalnya Pangeran Mohammed ingin mengakuisisi klub tersebut dengan nilai 300 juta poundsterling (Rp 6 triliun).

Proses penjualan sebenarnya sudah berlangsung karena Pangeran Mohammed diketahui sudah menyetor uang muka sebesar 17 juta poundsterling. Adapun sisanya akan dilunasi setelah fit and proper tes selesai.

Baca juga : Saat Alquran Justru Bantah Pembacanya Kelak di Akhirat

Namun proses menjadi rumit karena muncul sejumlah protes dari berbagai kalangan karena. Pangeran Mohammed diduga melakukan tindakan pelanggaran HAM. Itu dipandang akan mencoreng kompetisi Liga Inggris jika ia jadi membeli Newcastle. Dan pada akhirnya rencana itu batal. Mereka pun mengincar Inter Milan sebagai target investasi. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA