Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

FIB UGM Desak Pengesahan RUU PKS

Rabu 10 Mar 2021 00:02 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Ilham Tirta

Kampus UGM Yogyakarta.

Kampus UGM Yogyakarta.

Foto: Wahyu Suryana.
Kekerasan seksual harus diakhiri dengan peraturan ketat.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada (UGM), Dr Wening Udasmoro mendorong disahkannya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS). Sebab, perempuan memiliki tantangan besar pada masa pandemi saat ini.

Salah satunya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan Komnas Perempuan mencatat peningkatan KDRT di Tanah Air selama pandemi. Ia menilai, RUU PKS dinilai sangat mendesak melihat Indonesia saat ini dalam kondisi darurat kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.

"KDRT, kekerasan seksual, ada dalam kehidupan sehari-hari dan ini harus diakhiri dengan peraturan yang ketat. RUU Penghapusan Kekerasan Seksual segera disahkan," kata Wening, Selasa (9/3).

Ia menyebut, saat ini memang sudah banyak pemimpin perempuan yang menunjukkan peran signifikan dalam berbagai sektor kehidupan. Meskipun dalam keterbatasan akses di Indonesia, tapi mereka tetap berkiprah dengan baik dalam bidangnya.

Menurut Wening, saat perempuan diberikan kesempatan dan ruang, mereka memiliki kemampuan yang setara dengan laki-laki. Tidak sedikit pemimpin perempuan dunia yang dinilai sukses dan menginspirasi, termasuk dalam penanganan pandemi Covid-19.

"Misalnya saja untuk dalam negeri salah satunya Menteri Keuangan Sri Mulyani ini perannya luar biasa dalam mengawal ekonomi Indonesia saat pandemi," ujar Wening.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA